RADAR KUDUS - Keluarga Wili Mbuik, ASN Dinas Pertanian yang tewas dalam penembakan di Distrik Muliama, Wamena, Papua Pegunungan, sempat mendapat panggilan video dari terduga pelaku. Panggilan tersebut dilakukan menggunakan telepon seluler milik korban saat keluarga tengah mengurus jenazah.
Momen video call itu kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria berambut panjang yang diduga sebagai salah satu pelaku penembakan berbicara dengan pihak keluarga Wili.
Situasi tersebut membuat keluarga korban mempertanyakan alasan di balik penembakan yang menewaskan Wili bersama dua rekannya. Salah satu anggota keluarga bahkan secara langsung meminta penjelasan kepada pria yang berada dalam panggilan video tersebut.
Baca Juga: Viral karena Diduga Pakai Gincu saat Mengajar, Guru Yasin Akhirnya Buka Suara
"Silahkan, perbuatanmu akan Tuhan mintai pertanggungjawaban di surga," ujar pihak keluarga korban.
"Anak saya ada masalah apa kau bunuh, kau tembak," lanjutnya dengan nada tinggi.
Wili Mbuik diketahui merupakan ASN pada Dinas Pertanian yang sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat di wilayah Distrik Muliama. Ia bersama dua rekannya dilaporkan tewas ditembak pada Rabu, 9 September 2026.
Dalam perkembangan setelah kejadian, telepon seluler milik Wili disebut turut diambil oleh terduga pelaku. Perangkat tersebut kemudian digunakan untuk menghubungi keluarga korban melalui video call.
Rekaman percakapan itu memperlihatkan sosok yang diduga pelaku berada di depan kamera. Video tersebut kemudian menyebar dan menjadi perhatian publik.
Dalam rekaman yang beredar, pihak keluarga tampak berusaha meminta pertanggungjawaban atas kematian Wili. Sementara itu, sosok yang diduga sebagai pelaku terlihat berada dalam panggilan video tersebut.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan aparat telah memperoleh informasi mengenai ciri-ciri pelaku berdasarkan hasil pendalaman dan keterangan saksi yang selamat.
Menurut Yusuf, saksi yang selamat telah dimintai keterangan di Polres Jayawijaya. Dari proses tersebut, aparat memperoleh petunjuk mengenai ciri-ciri orang yang diduga terlibat dalam penembakan.
"Tim sudah melakukan pengejaran, dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya," kata Yusuf.
Ia menyebut kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah delapan orang. Aparat kini melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
"Tentunya kita kejar. Insyaallah kita dapat, karena identitas pelaku sudah kita kantongi," tegasnya.
Baca Juga: KPK Sita Rp3,5 M Milik Ahmad Ali, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi per Metrik Ton Batu Bara
Sementara itu, jenazah Wili Mbuik telah tiba di Kupang. Kedatangan jenazah disambut keluarga dengan suasana duka. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, Sekda NTT, sejumlah kepala dinas, serta keluarga turut menyambut kedatangan jenazah di Terminal Kargo Bandara El Tari.
Kasus penembakan tersebut menjadi perhatian karena korban merupakan aparatur sipil negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Wili dan dua rekannya dilaporkan menjadi korban ketika berada di wilayah Distrik Muliama, Wamena.
Di tengah proses pemulangan dan pengurusan jenazah, keluarga justru menerima panggilan video menggunakan telepon milik Wili. Rekaman tersebut kemudian memberikan gambaran mengenai sosok yang diduga terlibat dalam peristiwa penembakan.
Meski demikian, identitas dan keterlibatan pria dalam video tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat. Polisi menyatakan telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku dan mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran.
Keluarga Wili sendiri masih menyimpan pertanyaan besar mengenai alasan korban ditembak. Pertanyaan yang disampaikan saat video call itu menggambarkan rasa kehilangan sekaligus tuntutan keluarga agar penyebab dan pelaku di balik kematian Wili dapat segera diungkap.
Proses hukum dan pengejaran terhadap para terduga pelaku kini menjadi perhatian berikutnya. Aparat menyatakan akan terus mendalami keterangan saksi dan informasi yang telah diperoleh untuk mengungkap peristiwa penembakan tersebut.
Editor : Mahendra Aditya