RADAR KUDUS - Yasin, seorang guru yang videonya ramai diperbincangkan di media sosial karena penampilannya saat mengajar, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membantah menggunakan gincu atau lipstik seperti yang ramai diduga warganet.
Dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @beritaindonesia_ pada Jumat, 11 September 2026, Yasin menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atau tersinggung setelah video penampilannya menjadi viral.
Yasin mengakui bahwa sebagai seorang guru, aktivitas maupun penampilannya yang dibagikan melalui media sosial dapat memunculkan beragam tanggapan. Karena itu, ia menyatakan menerima kritik dan saran yang disampaikan publik.
Baca Juga: KPK Sita Rp3,5 M Milik Ahmad Ali, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi per Metrik Ton Batu Bara
"Saya Yasin, saya ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan video yang saya bagikan," ujar Yasin dalam video tersebut.
Sorotan publik terutama tertuju pada penampilannya yang dinilai mencolok. Salah satu hal yang menjadi perbincangan adalah dugaan bahwa Yasin menggunakan pewarna bibir atau gincu ketika berada di sekolah.
Namun, Yasin memberikan penjelasan berbeda. Ia menegaskan bahwa produk yang digunakannya bukan gincu maupun lipstik, melainkan lip serum dari salah satu merek.
Menurut Yasin, penggunaan riasan tersebut semata-mata untuk menunjang penampilan agar wajahnya tidak terlihat pucat ketika berada di depan kamera. Ia juga menyebut riasan yang digunakan tergolong sederhana.
Baca Juga: Harga Tembaga Melonjak 40 Persen Setahun, Pasar Dibayangi Risiko Pasokan dan Tarif
"Terkait penampilan saya dalam video tersebut, makeup yang saya gunakan pada dasarnya hanyalah makeup sederhana untuk menunjang penampilan agar wajah tidak terlihat pucat saat berada di depan kamera, dan saya di situ tidak memakai gincu," jelasnya.
Yasin juga menegaskan bahwa penampilannya dalam video tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajakan bagi orang lain untuk melakukan hal serupa. Ia mengatakan tidak memiliki niat merendahkan pihak tertentu ataupun mendorong siapa pun untuk meniru apa yang dilakukannya.
"Tidak ada maksud untuk merendahkan atau mengajak siapapun untuk meniru apa yang saya lakukan," katanya.
Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Yasin mengatakan selama ini dirinya tetap memberikan arahan kepada siswa agar bersikap dan berpenampilan sesuai dengan lingkungan sekolah.
Menurut dia, sejauh pengalamannya mengajar, tidak ada siswa di sekolah tersebut yang meniru penampilannya seperti yang terlihat dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Yasin menambahkan, apabila terdapat sesuatu yang dinilainya tidak tepat untuk ditiru oleh siswa, ia mengaku akan menjadi pihak pertama yang memberikan larangan sekaligus pengarahan.
"Dan apabila ada hal yang menurut saya tidak tepat untuk ditiru oleh siswa tentu saya sendiri akan menjadi orang pertama untuk melarang dan mengarahkannya," tandasnya.
Baca Juga: IHSG Kembali di Bawah 6.600, Lonjakan Minyak dan Sinyal The Fed Jadi Sorotan
Klarifikasi tersebut disampaikan Yasin setelah penampilannya menjadi bahan perbincangan publik di media sosial. Ia berusaha menjelaskan konteks penggunaan makeup sekaligus menyampaikan sikapnya terhadap kritik yang muncul.
Di sisi lain, Yasin mengakui bahwa profesi sebagai guru membuat apa yang ditampilkan di ruang publik, termasuk media sosial, dapat memperoleh perhatian lebih besar. Karena itu, ia menyadari setiap unggahan berpotensi menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.
Melalui klarifikasinya, Yasin tidak hanya membantah anggapan bahwa dirinya menggunakan gincu, tetapi juga menegaskan bahwa penampilannya tersebut tidak dimaksudkan untuk memengaruhi atau mengajak para siswa mengikuti apa yang dilakukannya.
Ia juga menegaskan kembali posisinya sebagai guru yang tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan batasan dan arahan kepada siswa mengenai sikap maupun penampilan yang sesuai dengan lingkungan sekolah.
Dengan klarifikasi tersebut, Yasin berharap publik dapat memahami konteks di balik video yang sebelumnya memicu beragam tanggapan. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman atau tersinggung akibat tayangan tersebut.
Editor : Mahendra Aditya