179 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, UGD Puskesmas Penuh

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:18 WIB
Sebagian murid SDN Beber mendapat perawatan dari petugas kesehatan Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9). (Dewi/Lombok Post)
Sebagian murid SDN Beber mendapat perawatan dari petugas kesehatan Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9). (Dewi/Lombok Post)

RADAR KUDUS – Sebanyak 179 siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9) sekitar pukul 14.00 WITA.

Para siswa tersebut dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pringgarata.

Banyaknya pasien yang datang dalam waktu hampir bersamaan membuat kapasitas fasilitas kesehatan tersebut tidak mencukupi untuk menampung seluruh korban.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi paket MBG yang terdiri atas kebab, daging ayam, dan salad buah.

Dokter Penanggung Jawab Puskesmas Pringgarata, dr. Dessy Jumianita, membenarkan adanya ratusan siswa yang mendapat penanganan.

Karena jumlah pasien cukup banyak, sebagian korban kemudian diarahkan ke sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Untuk korban murid yang dibawa ke sini sebanyak 179 orang. Selebihnya dievakuasi ke empat lokasi, salah satunya Puskesmas Bagu,” ujar Dessy, Jumat (11/9).

Lonjakan jumlah pasien membuat ruang UGD Puskesmas Pringgarata mengalami keterbatasan kapasitas.

Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari lokasi alternatif untuk memberikan pertolongan kepada siswa.

Sebagian pasien akhirnya dibawa ke kompleks Kantor Kecamatan Pringgarata untuk mendapatkan penanganan sementara.

Camat Pringgarata, Lalu Winata Kusuma, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan karena kondisi puskesmas sudah penuh.

Menurutnya, siswa yang mendapatkan penanganan di kantor kecamatan terlebih dahulu menjalani observasi.

Setelah sekitar tiga jam dan kondisi dinilai memungkinkan, mereka diperbolehkan kembali ke rumah.

“Karena penuh di Puskesmas, sebagian dibawa kemari. Setelah tiga jam observasi, mereka kita pulangkan,” jelasnya.

Insiden tersebut langsung mendapat perhatian aparat kepolisian. Jajaran Polresta Lombok Tengah mendatangi lokasi untuk memantau kondisi para siswa sekaligus melakukan penyelidikan awal mengenai dugaan keracunan tersebut.

Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memeriksa lokasi pengolahan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

Berdasarkan pendataan sementara, dugaan kejadian tersebut berkaitan dengan siswa dari tiga sekolah, yakni SDN Beber, Repok Puyung, dan Serambi Daya di wilayah Batukliang.

Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan setelah para siswa menyantap menu MBG.

Hingga kini, penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan terhadap makanan dan lokasi pengolahan masih berlangsung untuk mengungkap sumber masalah secara lebih jelas.

Editor : Ali Mustofa
Menu MBG siswa sd keracunan mbg puskesmas kepolisian