Disdik Buka Suara Soal Siswi di Karo yang Diduga Mengalami Gangguan Ingatan Pasca-Keracunan MBG

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:19 WIB
Disdik Buka Suara Soal Siswi di Karo yang Diduga Mengalami Gangguan Ingatan Pasca-Keracunan MBG
Disdik Buka Suara Soal Siswi di Karo yang Diduga Mengalami Gangguan Ingatan Pasca-Keracunan MBG

RADAR KUDUS - Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, terus berbuntut panjang dan menyita perhatian publik.
 
Siswi bernama Febiona Purba (16) dilaporkan mengalami gangguan ingatan secara signifikan setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pasca-menyantap hidangan program tersebut.

Orang tua Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), membeberkan kronologi penurunan kondisi kesehatan sang anak.
 
Baca Juga: 5 Prompt AI Ubah Foto Jadi Tahun 80-an, Tinggal Copy-Paste
 
Menurut penjelasannya, gangguan fungsi memori tersebut tidak langsung muncul pada masa awal perawatan medis.
 
 Saat baru diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Umum (RSU) daerah setempat, kondisi Febiona sempat terlihat stabil dan normal seperti biasa. Namun, situasi berubah drastis saat ia tiba di rumah.

"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal.
 
Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," ungkap Elvinus saat diwawancarai wartawan.

Lebih lanjut, Elvinus menceritakan bahwa ingatan Febiona mengalami kemunduran drastis hingga tidak lagi mengenali orang-orang terdekat di sekitarnya, mulai dari sanak keluarga hingga teman-teman sekelasnya di sekolah.
 
Ia terpaksa harus membimbing dan mengingatkan kembali identitas kerabat yang datang menjenguk satu per satu.

"Contohnya ibaratnya keluarga. Bibinya kalau datang, 'Ini siapa?' katanya. Jadi kami kasih tahu, 'Ini Bibi.' 'Oh, Bibi.' 'Ini siapa?' Suami bibinya, 'Ini Kila Ndu, Nakku,' kami bilang. 'Oh, Kila.' Ya gitu-gitu aja ingatannya gitu," kenang Elvinus memilukan.

Pihak keluarga juga menyesalkan minimnya edukasi serta transparansi informasi medis mengenai dampak zat beracun tersebut sejak awal pengobatan.
 
Elvinus mengaku baru mendapat penjelasan mengenai potensi keterlibatan racun terhadap kondisi saraf otak anak perempuan mereka saat Febiona dipindahkan ke ruang rawat inap. 
 
Tim medis RS Haji sempat menyampaikan indikasi bahwa racun yang masuk ke dalam tubuh Febiona diduga telah memengaruhi fungsi otaknya, bahkan gejala tersebut sebenarnya sudah terdeteksi sejak sang anak berada di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
 
Baca Juga: Prompt AI Ubah Foto Jadi Tahun 80-an, Tinggal Copy-Paste

"Cuma di Rumah Sakit Haji hari itu gini katanya, kan pindah ruangan, dibilangnya otaknya itu memang ada (terkena) gara-gara racun itu, katanya. Jadi sebenarnya ini dari ruang PICU juga udah ada, kenapa nggak dilaporkan sama kami. Jadi, ya kami mana tahu," sesal Elvinus.

Merespons perkembangan kasus ini, Dinas Pendidikan setempat beserta pihak-pihak terkait mulai membuka suara dan melakukan penelusuran secara mendalam.
 
Publik kini mendesak adanya investigasi menyeluruh atas kaitan antara zat pencemar dalam menu MBG dengan dampak kerusakan saraf yang dialami korban, serta penanganan medis secara komprehensif bagi Febiona. (*)
Editor : Mahendra Aditya
Keracunan MBG Karo Febiona Purba Karo Disdik Sumatra Utara Gangguan Ingatan Siswi MBG Dampak Racun Makanan