Bikin Sedih! Korban Gempa NTT Capai 135 Jiwa, Kerusakan Rumah Hampir Tembus 100 Ribu Unit

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:38 WIB
Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)
Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)

RADAR KUDUS - Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus terungkap. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 135 orang meninggal dunia hingga Selasa (8/9/2026), dengan 48 korban akibat dampak langsung gempa dan 87 lainnya meninggal karena dampak tidak langsung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan proses pendataan korban maupun kerusakan masih berlangsung. Karena itu, angka tersebut masih dapat berubah seiring verifikasi dan validasi di lapangan.

"Data per hari ini, jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi," kata Berton dalam konferensi pers penanganan gempa NTT secara daring, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: 12 Gempa Terjadi di Tanggamus Saat Anak Krakatau Erupsi, BMKG Beri Penjelasan

Selain korban yang meninggal secara langsung akibat guncangan, BNPB mencatat 87 kematian yang dikategorikan sebagai dampak tidak langsung dari bencana tersebut. Dengan demikian, akumulasi korban meninggal dunia mencapai 135 orang.

Besarnya dampak bencana juga terlihat dari kerusakan tempat tinggal warga. BNPB menerima laporan sebanyak 98.986 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.

Namun, jumlah tersebut belum menjadi angka final. BNPB masih melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan setiap laporan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dari total laporan yang diterima, sebanyak 51.591 rumah telah menjalani proses verifikasi.

Hasil verifikasi sementara menunjukkan 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rumah rusak sedang, dan 14.177 rumah rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 27.756 rumah yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan ternyata tidak memenuhi kriteria kerusakan setelah dilakukan pengecekan.

Baca Juga: Ancaman Gempa Megathrust? Riset BRIN Ungkap Tsunami Pangandaran Bisa Tiba 20-30 Menit

"Artinya bahwa dilaporkan kepada kami sebelumnya rusak ringan atau rusak berat atau rusak sedang, dalam hal ini tidak masuk kriteria tersebut atau rumah tersebut baik-baik saja," ujar Berton.

Kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, dan 663 unit perkantoran.

Di tengah proses pendataan, pemerintah juga terus mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. BNPB melaporkan sebanyak 2.165 ton bantuan logistik telah disalurkan ke NTT melalui dua jalur utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.379 ton bantuan dikirim melalui Labuan Bajo, sedangkan 652 ton lainnya disalurkan melalui Maumere.

BNPB memastikan proses verifikasi kerusakan masih berlanjut. Data final nantinya akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat yang terdampak.

Berton menjelaskan, BNPB masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah mengenai data penerima bantuan secara rinci berdasarkan nama dan alamat. Setelah data tersebut ditetapkan, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan berikutnya.

"Verifikasi ini masih tetap berlanjut hingga pada akhirnya nanti kami akan memperoleh angka yang pasti setelah dari pemimpin daerah memberikan keputusan by name, by address kepada BNPB untuk kami lakukan tindakan yang semestinya," tutur Berton.

Editor : Mahendra Aditya
korban gempa NTT gempa NTT 2026 rumah rusak gempa NTT BNPB gempa NTT update gempa NTT