BMKG: Soekarno-Hatta & 3 Bandara Bebas Abu Vulkanik, 9 Lainnya Ditutup

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:03 WIB
BMKG: Soekarno-Hatta & 3 Bandara Bebas Abu Vulkanik, 9 Lainnya Ditutup
BMKG: Soekarno-Hatta & 3 Bandara Bebas Abu Vulkanik, 9 Lainnya Ditutup
 

RADAR KUDUS - Kabar baik datang bagi sektor transportasi udara nasional di tengah gelombang aktivitas vulkanik yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hasil pengujian keberadaan abu vulkanik (paper test) di empat bandara strategis telah menunjukkan hasil negatif.
 
Temuan ini memberikan lampu hijau bagi pihak otoritas penerbangan untuk mulai mempertimbangkan pembukaan kembali operasional penerbangan secara terbatas dan bertahap.
 
Baca Juga: Pasca-Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia, Status Gunung Rinjani Kini Meningkat Menjadi Waspada

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengonfirmasi bahwa empat fasilitas penerbangan yang telah terbebas dari ancaman material abu vulkanik adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), serta Bandara Budiarto (Curug, Tangerang).

“Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif yaitu di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug,” jelas Faisal saat menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam yang membahas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla, Senin (7/9/2026).

Faisal menggarisbawahi bahwa khusus untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pengujian sampel udara melalui paper test secara konsisten menunjukkan hasil negatif hingga empat kali pemeriksaan berturut-turut.
 
Kondisi steril ini mengindikasikan bahwa ruang udara di sekitar hub penerbangan terbesar di Indonesia tersebut sudah aman dari paparan debu yang berpotensi merusak mesin pesawat. 
 
Guna memastikan keselamatan jalur udara secara internasional, BMKG terus berkoordinasi intensif dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, untuk menyelaraskan pembaruan data sebaran abu vulkanik di ruang udara regional.
 
Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Jakarta Perpanjang Masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Meski empat bandara utama telah dinyatakan bersih, BMKG mencatat bahwa secara nasional masih terdapat sembilan bandara yang terpaksa ditutup sementara demi alasan keselamatan penerbangan.
 
Dari total tersebut, sebanyak delapan bandara berada di kawasan sekitar Selat Sunda akibat dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau, sementara satu bandara lainnya di wilayah Indonesia Timur harus menghentikan operasionalnya akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok. 
 
Pembukaan kembali bandara-bandara yang tersisa masih menunggu evaluasi ketat serta pemantauan arah angin dan sebaran abu secara berkala. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Bandara Soekarno Hatta Bebas Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Penerbangan BMKG Paper Test Bandara Penutupan Bandara Indonesia 2026 Teuku Faisal Fathani