RADAR KUDUS - Keluhan dan keresahan meluas di media sosial setelah harga alat pelindung diri, khususnya masker, melonjak drastis di sejumlah platform e-commerce (lokapasar).
Lonjakan harga yang dinilai tidak wajar ini terjadi bertepatan dengan meluasnya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu lonjakan permintaan masyarakat akan masker.
Sejumlah pembeli membagikan pengalaman pahit mereka saat mendapati pesanan masker yang telah dibayar mendadak dibatalkan secara sepihak oleh penjual dengan alasan stok habis.
Namun, tak berselang lama, produk masker yang sama kembali diunggah di etalase toko yang sama dengan harga yang melambung sangat tinggi.
Salah seorang pembeli mengungkapkan bahwa masker tipe N95 isi 20 pcs yang semula berbanderol sekitar Rp200 ribuan mendadak melonjak hingga mencapai Rp1,3 juta.
Pengalaman serupa dialami konsumen lain yang mencatat masker tipe duckbill yang pada Agustus lalu dibeli seharga Rp42 ribu untuk dua boks, kini dijual seharga Rp98 ribu per satu boks.
Di toko lain, kenaikan ekstrem terjadi hanya dalam hitungan jam, di mana harga masker melompat dari Rp10 ribu menjadi Rp50 ribu per 10 pcs.
Dugaan praktik kecurangan ini makin kuat setelah bukti tangkapan layar percakapan antara pembeli dan penjual beredar luas.
Dalam pesan tersebut, beberapa penjual secara terang-terangan mengaku sengaja menaikkan harga agar transaksi lama dibatalkan dan tidak perlu diproses.
Alhasil, banyak konsumen yang terpaksa menerima pengembalian dana (refund) karena pihak penjual membatalkan pengiriman barang.
Baca Juga: Mengenal M. Arief Zuliyan, Pemuda Asal Desa Banjaran Bangsri Jepara Jadi Dosen Muda HI Undip
Aksi ambil untung di tengah situasi darurat bencana ini menuai kecaman keras dari publik.
Pasalnya, masker merupakan kebutuhan vital bagi warga untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan bahaya abu vulkanik.
Masyarakat kini mendesak pihak pengelola platform e-commerce serta otoritas terkait untuk segera mengambil tindakan tegas berupa sanksi atau pemblokiran terhadap toko-toko nakal demi menjaga stabilitas harga dan jaminan akses alat pelindung diri bagi warga terdampak. (*)