Punya Latar Belakang Ekonomi Islam, Ini Sosok KH Marsudi Syuhud yang Muncul di Muktamar NU

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:39 WIB
 KH Marsudi Syuhud. (Dok. MUI)
 KH Marsudi Syuhud. (Dok. MUI)

RADAR KUDUS – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, memasuki salah satu agenda paling penting pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Para peserta dijadwalkan mengikuti proses pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pemilihan pimpinan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Muktamar berlangsung mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan sebanyak 2.232 delegasi.

Sidang pleno yang membahas pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelum memasuki agenda tersebut, para peserta telah mengikuti sejumlah persidangan komisi yang membahas berbagai program, rekomendasi, serta persoalan organisasi.

Profil KH Marsudi Syuhud

Salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan organisasi keagamaan dan pesantren adalah KH Marsudi Syuhud.

Ia lahir di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada 7 Februari 1964.

Saat ini, Marsudi Syuhud dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia juga merupakan pendiri sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren).

Tidak hanya aktif dalam organisasi, Marsudi memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Ekonomi dan Keuangan Islam di Universitas Trisakti pada 2014.

Tumbuh dalam Lingkungan Pesantren

Marsudi Syuhud merupakan putra dari pasangan H Suhudi dan Hj Sairah.

Ia menikah dengan Nyai Hj Mufizah, putri KH Abdurrohim yang dikenal sebagai pengasuh Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Ciamis.

Pendidikan agama telah dijalaninya sejak usia muda. Marsudi mempelajari berbagai kitab klasik, di antaranya Jurumiyah dan Imrithi. Perjalanan keilmuannya kemudian berlanjut ke sejumlah pesantren.

Ia pernah menimba ilmu di Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Jember, yang berada di bawah asuhan KH Abu Hamid.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap, di bawah bimbingan KH Mustolih Badawi.

Di tengah perjalanan pendidikan pesantren tersebut, Marsudi juga menyelesaikan pendidikan formal tingkat MTs dan MA.

Pendidikan hingga Jenjang Doktor

Selepas dari pendidikan pesantren, perjalanan akademik Marsudi Syuhud berlanjut ke perguruan tinggi. Ia terlebih dahulu menempuh pendidikan S-1 Sastra Inggris di STKIP PGRI.

Ia kemudian melanjutkan studi S-2 Manajemen Pemasaran di Universitas Tarumanagara.

Pendidikan akademiknya mencapai jenjang doktoral ketika ia mengambil program S-3 Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Ekonomi dan Keuangan Islam di Universitas Trisakti.

Latar belakang pendidikan tersebut membuat kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan dan organisasi, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi, koperasi pesantren dan pengembangan keuangan berbasis syariah.

Rekam Jejak di NU dan Organisasi Keagamaan

Marsudi Syuhud memiliki pengalaman cukup panjang dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi di lingkungan PBNU, termasuk sebagai Ketua PBNU pada masa kepengurusan KH Said Aqil Siroj serta pernah dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PBNU.

Di luar struktur NU, kiprahnya juga terlihat dalam sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta.

Marsudi juga pernah terlibat dalam bidang kerukunan umat beragama. Selain itu, ia tercatat pernah menjadi Sekretaris Dewan Syuro PKB DKI Jakarta serta anggota Banser DKI Jakarta.

Pengalamannya turut diperkuat melalui keterlibatan dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia pernah menjadi pembina Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di lingkungan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Aktif di Bidang Ekonomi Pesantren

Perhatian Marsudi terhadap pengembangan ekonomi pesantren juga tercermin dari keterlibatannya di Induk Koperasi Pondok Pesantren atau Inkopontren.

Lembaga tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Selain itu, Marsudi juga tercatat sebagai Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Ukhuwah. Pengalamannya di sektor ekonomi kemudian turut dilengkapi dengan kiprah di dunia korporasi.

Ia pernah dipercaya sebagai Komisaris Independen PT BGR Logistics.

Dengan latar belakang pesantren, pendidikan ekonomi hingga pengalaman panjang di organisasi keagamaan, KH Marsudi Syuhud menjadi salah satu figur yang memiliki rekam jejak cukup luas.

Kiprahnya mencakup bidang keagamaan, organisasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi pesantren hingga hubungan sosial kemasyarakatan.

Di tengah berlangsungnya Muktamar ke-35 NU, profil dan perjalanan sejumlah tokoh menjadi perhatian.

Dinamika yang berkembang dalam muktamar nantinya akan menentukan arah kepemimpinan dan perjalanan organisasi NU untuk periode berikutnya.

Editor : Ali Mustofa
Muktamar ke-35 NU KH Marsudi Syuhud ketum pbnu ekonomi pesantren nahdlatul ulama