Mengenal Gus Kikin, Tokoh Tebuireng yang Namanya Masuk Bursa Ketum PBNU

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:13 WIB
KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kini ditunjuk PBNU sebagai Pj Ketua PWNU Jatim
KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kini ditunjuk PBNU sebagai Pj Ketua PWNU Jatim

RADAR KUDUS – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur, memasuki salah satu tahapan paling menentukan pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Para peserta dijadwalkan mengikuti pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Agenda tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dalam rangkaian Muktamar yang digelar sejak 27 hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 2.232 delegasi tercatat mengikuti forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.

Sidang pleno pemilihan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Sebelum memasuki agenda tersebut, para peserta terlebih dahulu mengikuti sejumlah sidang komisi yang membahas berbagai persoalan, mulai dari program organisasi, rekomendasi hingga bidang keorganisasian.

Di tengah perhatian terhadap proses pemilihan Ketua Umum PBNU, sejumlah nama tokoh NU mencuat dalam bursa calon.

Salah satunya adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.

Gus Kikin, Ulama dan Pengasuh Tebuireng

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia dikenal sebagai ulama sekaligus pebisnis yang memiliki perjalanan panjang, baik di lingkungan pesantren maupun dalam dunia usaha.

Saat ini, Gus Kikin dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia dipercaya meneruskan kepemimpinan pesantren tersebut setelah KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah wafat pada 2020.

Sebelum menjadi pengasuh, Gus Kikin terlebih dahulu dipercaya sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sejak 2016.

Proses penyiapan penerus kepemimpinan pesantren bahkan telah dibahas melalui musyawarah keluarga besar Tebuireng.

Dalam musyawarah tersebut, lebih dari 200 anggota keluarga pesantren dilibatkan untuk menyampaikan pandangan mengenai sosok yang dinilai layak meneruskan kepemimpinan Tebuireng.

Pembahasan kemudian dilakukan oleh tim khusus yang terdiri atas sembilan perwakilan keturunan KH Muhammad Hasyim Asy'ari.

Punya Garis Keturunan Pendiri NU

Gus Kikin juga memiliki hubungan keluarga dengan KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Dari garis ibunya, ia merupakan cicit dari ulama besar tersebut.

Ibunya, Nyai Hj. Abidah Ma'shum, merupakan putri Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim yang merupakan putri sulung KH Hasyim Asy'ari.

Sementara dari garis ayah, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar, pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.

Latar belakang keluarga pesantren tersebut membuat perjalanan Gus Kikin tidak bisa dilepaskan dari tradisi keilmuan dan kepesantrenan yang berkembang di Jombang.

Pendidikan Gus Kikin

Sejak kecil, Gus Kikin tumbuh di lingkungan pesantren. Ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang serta Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak.

Untuk pendidikan formal, Gus Kikin pernah bersekolah di Madrasah Ibtida'iyah Parimono, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Pada 2013, Gus Kikin kembali melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan komunikasi di Universitas Terbuka.

Pernah Berkarier di Dunia Pelayaran

Sebelum aktif dalam pengelolaan pesantren, Gus Kikin memiliki pengalaman profesional di dunia pelayaran.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun, ia bekerja di Djakarta Lloyd.

Kariernya berkembang hingga pada 1988, ketika berusia sekitar 30 tahun, ia dipercaya menjadi kepala cabang Djakarta Lloyd di Cilegon.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bekal Gus Kikin sebelum terjun lebih jauh ke dunia usaha.

Dari Bisnis hingga Mendirikan Puluhan Perusahaan

Gus Kikin juga dikenal memiliki perjalanan panjang di sektor bisnis. Pada 1998, ia mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya dan kemudian membuka kantor di Jakarta pada 2000.

Bidang usaha yang dijalankan cukup beragam, mulai dari transportasi, pelayaran, kontraktor minyak dan gas, teknologi informasi hingga media televisi.

Perusahaan yang pernah didirikannya antara lain Bama Buana Sakti, Bama Bhakti Samudra, Bama Bumi Sentosa, Bama Bali Sejahtera dan Bama Berita Sarana.

Secara keseluruhan, jumlah perusahaan yang didirikannya disebut mencapai 22 perusahaan.

Pengalamannya di dunia usaha membuat sosok Gus Kikin memiliki latar belakang yang cukup beragam, tidak hanya sebagai tokoh pesantren tetapi juga sebagai profesional dan pengusaha.

Kiprah di Struktur NU

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Gus Kikin juga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Pada 2022, ia diangkat sebagai salah satu Ketua PBNU untuk masa khidmat 2022–2027.

Kemudian pada Januari 2024, Gus Kikin dipercaya sebagai pejabat Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar.

Dengan pengalaman di pesantren, dunia usaha serta organisasi NU, nama Gus Kikin kemudian ikut mencuat dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

Muktamar di Jombang pun menjadi momentum penting bagi NU untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Perhatian warga Nahdliyin kini tertuju pada proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam forum tersebut.

Editor : Ali Mustofa
Muktamar ke-35 NU gus kikin ketum pbnu nahdlatul ulama