RADAR KUDUS – Sebanyak 14 orang yang mewakili Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diperbolehkan masuk ke Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).
Mereka mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung jalannya Rapat Paripurna DPR RI yang salah satu agendanya berkaitan dengan perkembangan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Izin tersebut diberikan setelah pimpinan DPR membuka akses bagi perwakilan massa AMPB yang selama beberapa hari menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi di sekitar Kompleks Parlemen. Mereka kemudian diarahkan untuk mengikuti jalannya rapat dari dalam ruang sidang.
Rapat Paripurna DPR RI pada kesempatan itu dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Sejumlah pimpinan DPR lainnya juga hadir, di antaranya Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati, dan Saan Mustopa.
AMPB Kawal RUU Perampasan Aset
Kehadiran AMPB di Gedung DPR tidak lepas dari tuntutan yang mereka sampaikan selama menggelar aksi. Salah satu aspirasi utama yang terus didorong adalah agar DPR segera menuntaskan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Saat pembahasan mengenai perkembangan penyusunan RUU tersebut memasuki agenda rapat, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan laporan mengenai proses yang telah berjalan.
Dalam pemaparannya, Habiburokhman menyebut RUU Perampasan Aset ditargetkan dapat disahkan melalui Rapat Paripurna pada Desember 2026.
Kepastian target tersebut disampaikan di hadapan seluruh peserta rapat, termasuk 14 perwakilan AMPB yang berada di ruang sidang untuk mengikuti jalannya pembahasan.
Perwakilan AMPB Soroti Ketidakhadiran Puan Maharani
Setelah mendengarkan laporan mengenai perkembangan RUU Perampasan Aset, para perwakilan AMPB meninggalkan ruang persidangan.
Namun, sebelum keluar dari kompleks gedung parlemen, salah satu perwakilan AMPB, Teguh Istiyanto, menyampaikan sejumlah keberatan kepada pimpinan DPR.
Salah satu yang menjadi sorotan Teguh adalah tidak hadirnya Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna yang membahas perkembangan RUU Perampasan Aset.
Ia mengungkapkan bahwa para aktivis dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah telah bertahan selama beberapa hari di Jakarta untuk mengawal tuntutan yang mereka sampaikan.
Teguh bahkan meminta izin kepada pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasinya sambil duduk karena mengaku sudah beberapa hari berada di posko aksi tanpa beristirahat secara layak.
“Maaf, Pak. Kami sudah dua hari dua malam belum istirahat. Saya minta bicara sambil duduk. Saya juga belum mandi selama dua hari karena berada di posko. Di depan sana ada rakyat Indonesia,” ujar Teguh.
Minta Pimpinan DPR Temui Massa
Teguh selanjutnya meminta pimpinan DPR tidak hanya menerima perwakilan massa di dalam gedung, tetapi juga menemui langsung peserta aksi yang masih bertahan di luar kompleks parlemen.
Menurutnya, massa AMPB datang dari berbagai daerah dengan tujuan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Ia menyebut sejumlah peserta aksi datang dari Pati, Surabaya hingga Bali.
“Tolong, entah nanti melalui perwakilan, tolong ditemui. Mereka datang dari Pati yang jauh dari sini. Kemudian ada juga yang dari Surabaya dan Bali,” tegasnya.
Teguh kembali menyampaikan kekecewaannya karena Ketua DPR Puan Maharani tidak terlihat dalam rapat yang membahas perkembangan RUU Perampasan Aset.
Menurut dia, ketidakhadiran tersebut menjadi sorotan karena agenda rapat dinilai penting, terlebih AMPB bersama massa lainnya telah datang ke Jakarta untuk mendapatkan kepastian terkait kelanjutan pembahasan regulasi tersebut.
“Seharusnya yang kami minta menemui adalah Ibu Ketua. Namun, tadi dalam sidang paripurna tidak hadir dan saya menyatakan kecewa. Sidang paripurna itu sidang yang paling penting, kok tidak hadir,” katanya.
Minta Anggota DPR Lebih Aktif
Selain menyoroti ketidakhadiran pimpinan DPR, Teguh juga meminta seluruh anggota parlemen lebih serius menjalankan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Ia berharap para anggota DPR dapat hadir dalam rapat-rapat penting, terutama pembahasan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan agenda kenegaraan.
“Saya meminta semua anggota hadir dalam setiap sidang. Ini sedang memikirkan negara, kok tidak hadir,” ujarnya.
AMPB Kembali Audiensi dengan Pimpinan DPR
Setelah meninggalkan ruang Rapat Paripurna, sejumlah perwakilan AMPB kembali melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR.
Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Dalam pertemuan itu, perwakilan AMPB kembali menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi alasan mereka menggelar aksi di Jakarta.
Salah satu poin utama yang kembali ditegaskan adalah dorongan agar DPR segera menyelesaikan pembahasan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi AMPB untuk memperoleh penjelasan langsung dari pimpinan DPR mengenai perkembangan regulasi yang selama ini mereka kawal.
Editor : Ali Mustofa