Aksi AMPB di Gedung DPR RI Berdampak ke Lalu Lintas, Begini Antisipasi Polisi

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Mas Botok saat tiba di depan Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Mas Botok saat tiba di depan Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skema pengaturan arus kendaraan secara situasional di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan kompleks MPR/DPR RI.

Rekayasa lalu lintas tidak langsung diberlakukan secara menyeluruh.

Polisi akan melihat kondisi di lapangan dan mempertimbangkan perkembangan jumlah serta pergerakan massa sebelum mengambil keputusan untuk mengalihkan arus kendaraan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan pengalihan arus hanya dilakukan apabila situasi mulai menimbulkan kepadatan kendaraan ataupun konsentrasi massa yang berpotensi mengganggu lalu lintas.

“Apabila harus dilakukan rekayasa, itu sifatnya situasional dan terbatas. Apabila kondisi lalu lintas lancar, tidak kami lakukan pengalihan arus,” ujar Firman, Kamis (27/8).

Petugas Ditempatkan di Sejumlah Titik

Sebagai langkah antisipasi, personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah ditempatkan di sejumlah lokasi yang dianggap strategis.

Petugas akan memantau kondisi lalu lintas sekaligus membantu mengarahkan pengguna jalan apabila terjadi perubahan arus.

Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun terdapat aktivitas demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI.

“Namun apabila harus dilakukan pengalihan di beberapa titik, kami pastikan petugas sudah berada pada titik-titik tersebut untuk memberikan petunjuk dan arahan,” kata Firman.

Polisi Pastikan Situasi Kondusif

Selain mengantisipasi dampak terhadap lalu lintas, kepolisian juga memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya tetap terkendali.

Firman menyampaikan bahwa hingga saat ini situasi keamanan berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Pengamanan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan selama aksi berlangsung.

“Kami memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini hingga besok dalam kondisi aman dan kondusif,” imbuhnya.

Masyarakat yang memiliki aktivitas perjalanan di sekitar Senayan dan kawasan Gedung DPR RI diimbau mempersiapkan jalur alternatif.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi apabila terjadi kepadatan atau perubahan arus kendaraan secara mendadak.

Dishub DKI Kerahkan 120 Personel

Antisipasi kepadatan juga dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Sebanyak 120 petugas diturunkan untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik rawan, terutama kawasan Senayan dan Palmerah.

Petugas tersebut ditempatkan secara bertahap dalam dua shift, yakni pukul 07.00–13.00 WIB dan 13.00–19.00 WIB.

Pengamanan difokuskan pada Zona 3 yang menjadi salah satu kawasan terdampak aktivitas massa.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin meminta masyarakat merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan,” jelas Budi.

Dengan pengaturan yang bersifat situasional tersebut, pengguna jalan di sekitar Senayan dan Palmerah diminta mengikuti arahan petugas serta memantau perkembangan lalu lintas sebelum dan selama perjalanan.

Editor : Ali Mustofa
gedung dpr ri aksi ampb pergerakan massa polda metro jaya demonstrasi