Aksi AMPB di DPR Berdampak ke Transjakarta, 11 Rute Alami Perubahan Perjalanan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Ilustasi Bus Transjakarta. (istimewa)
Ilustasi Bus Transjakarta. (istimewa)

JAKARTA – Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di kawasan Gedung MPR/DPR RI, Kamis (27/8), berdampak pada operasional sejumlah layanan Transjakarta. Sebanyak 11 rute mengalami penyesuaian karena beberapa ruas jalan di sekitar lokasi demonstrasi ditutup oleh kepolisian.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah berlangsungnya aksi. Perubahan operasional meliputi pengalihan rute, pemendekan lintasan, hingga penghentian layanan sementara.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak perubahan perjalanan.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pelanggan diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan melalui aplikasi TJ. Pantau terus kanal media sosial resmi Transjakarta untuk mendapatkan pembaruan informasi real-time secara berkala,” ujar Ayu, Kamis (27/8).

Delapan Rute Dialihkan

Sebanyak delapan rute Transjakarta mengalami pengalihan perjalanan. Dalam penyesuaian tersebut, halte Gerbang Pemuda dan Petamburan tidak dilayani.

Rute yang dialihkan meliputi:

Selain pengalihan, satu rute juga mengalami pemendekan lintasan. Rute 8N (Kebayoran – Petamburan via Asia Afrika) tidak melayani Bus Stop MPR 1, Bus Stop MPR 2, serta Petamburan.

Sementara itu, dua layanan dihentikan sementara, yakni 1B dengan rute Stasiun Palmerah – Tosari dan 1F yang melayani Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan.

Ribuan Massa Turun ke Jalan

Aksi AMPB di depan Gedung MPR/DPR RI dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Ribuan peserta diperkirakan ikut dalam demonstrasi yang melibatkan gabungan massa AMPB dan sejumlah elemen masyarakat sipil.

Dalam aksi tersebut, massa membawa dua tuntutan utama. Mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan serta meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menegaskan gerakan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik kelompok tertentu. Ia menyebut massa datang untuk menyuarakan dua tuntutan yang menjadi fokus aksi.

“Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” tegas Botok.

Ia juga menyatakan gerakan tersebut berjalan secara mandiri dan tidak berafiliasi dengan kelompok penguasa mana pun.

“Kita tidak kenal geng Solo, kita enggak kenal geng penguasa. Ini adalah murni gerakan rakyat, rakyat biasa yang berasal dari kampung,” lanjutnya.

Dishub Kerahkan 120 Petugas

Dampak aksi juga diantisipasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Sebanyak 120 personel diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami kepadatan, terutama kawasan Senayan dan Palmerah.

Petugas bekerja dalam dua pembagian waktu, yakni pukul 07.00–13.00 WIB dan 13.00–19.00 WIB. Penempatan personel difokuskan pada pengamanan Zona 3.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, meminta masyarakat mempertimbangkan jalur alternatif apabila harus melintasi kawasan yang terdampak aksi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan,” jelas Budi.

Dengan adanya perubahan operasional Transjakarta dan rekayasa lalu lintas, pengguna jalan maupun pelanggan transportasi umum diimbau memantau perkembangan situasi sebelum melakukan perjalanan di sekitar Senayan, Palmerah, dan kawasan Gedung DPR RI.

Editor : Ali Mustofa
aksi ampb gedung dpri perubahan perjalanan transjakarta dishub dki jakarta