Rumah Anggota AMPB Ditembak Jelang Aksi di DPR, Massa Pati Tetap Bergerak ke Jakarta

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Menjelang aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR RI, anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali mengalami dugaan intimidasi.

Rumah salah satu anggota AMPB dilaporkan ditembak orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa (25/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tembakan yang diduga berasal dari senapan angin tersebut mengenai bagian rumah hingga menyebabkan kaca pecah.

Di sekitar lokasi, ditemukan pula benda yang diduga merupakan peluru atau pelor berbahan besi.

Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap aktivitas para anggota AMPB yang tengah mempersiapkan keberangkatan untuk menyampaikan aspirasi di Jakarta.

Tim Advokasi AMPB Vander Waruwu menegaskan, berbagai bentuk intimidasi yang dialami aktivis tidak akan menyurutkan semangat mereka.

Menurutnya, massa tetap akan melanjutkan agenda aksi dan menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI.

“Tadi malam, intimidasi terhadap teman-teman AMPB itu sangat banyak. Tapi sekali lagi, itu tidak akan mengurangi spirit perjuangan teman-teman AMPB. Ada banyak bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis kita,” ujar Vander saat ditemui di depan DPR RI, Rabu (26/8).

Di tengah kabar mengenai dugaan intimidasi tersebut, konsolidasi massa AMPB dari Pati tetap berjalan.

Ratusan warga Pati, Jawa Tengah, dijadwalkan bertolak menuju Jakarta menggunakan lima bus pariwisata.

Rombongan tambahan tersebut berangkat pada Rabu (26/8) siang dan ditargetkan tiba di Jakarta pada malam hari.

Mereka kemudian akan bergabung dengan massa dari berbagai daerah untuk mengikuti aksi pada Kamis (27/8).

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok membenarkan keberangkatan lima armada dari Pati.

Ia mengatakan persiapan aksi telah dilakukan melalui komunikasi dan konsolidasi dengan jaringan aktivis dari berbagai daerah.

“Terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia. Dari Pati itu lima bus, nanti jam 1 siang berangkat,” jelas Botok saat berada di depan Gedung DPR RI.

Aksi yang akan berlangsung di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, tersebut membawa sejumlah aspirasi, dengan dua tuntutan utama menjadi fokus massa.

AMPB mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Selain itu, mereka juga mendorong penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Botok menegaskan, gerakan tersebut tidak diarahkan untuk menciptakan kegaduhan politik ataupun menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyebut AMPB ingin fokus mengawal kebijakan negara dan mendorong pemerintahan berjalan lebih baik.

“Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” tegasnya.

Botok juga membantah anggapan bahwa gerakan AMPB mendapat dukungan atau ditunggangi kelompok elite politik tertentu.

Ia menepis isu yang mengaitkan aksi tersebut dengan kelompok yang disebut sebagai “Geng Solo” maupun pihak-pihak tertentu di lingkaran kekuasaan.

Menurutnya, gerakan AMPB berasal dari aspirasi masyarakat di tingkat bawah yang ingin menyampaikan keresahan secara langsung kepada pemerintah dan DPR.

AMPB juga menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak memiliki hubungan dengan kelompok lain yang sebelumnya pernah menggunakan nama warga Pati dalam kegiatan aksi.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, massa AMPB memastikan tetap bergerak menuju Jakarta untuk menyampaikan dua tuntutan utama tersebut secara terbuka.

Editor : Ali Mustofa
gedung dpr ri aksi demonstrasi jakarta senapan angin AMPB Pati