Catat Jadwal Muktamar NU ke-35 di Tambakberas: Dari Istighotsah hingga Penentuan Kepemimpinan 2026-2

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:55 WIB
Logo Muktamar ke-35 NU.
Logo Muktamar ke-35 NU.

JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Forum musyawarah tertinggi NU tersebut menjadi momentum penting untuk membahas arah organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan NU untuk masa khidmah 2026-2031.

PBNU telah menetapkan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah pada 7 Juli 2026. Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat PBNU.

“Akhirnya Rapat Gabungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, yang didirikan oleh Kiai Wahab Chasbullah, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Gus Ipul usai rapat.

Panitia kemudian merilis jadwal resmi melalui surat PBNU Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026 tertanggal 23 Agustus 2026. Dokumen itu ditandatangani Rais Syuriyah PBNU Prof Mohammad Nuh dan Katib Aam PBNU Akhmad Said Asrori.

Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Dimulai 27 Agustus 2026, Ini Rangkaian Agenda hingga Pemilihan Ketua Umum

Rangkaian kegiatan sudah dimulai sehari sebelum pembukaan. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, peserta dari unsur PWNU, PCNU, dan PCINU menjalani registrasi serta pengambilan kartu identitas di kompleks Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum. Pada malam harinya, peserta dijadwalkan mengikuti Istighotsah Kubro pukul 19.30-22.00 WIB.

Kamis, 27 Agustus, menjadi hari pembukaan Muktamar. Seremoni utama dijadwalkan berlangsung pukul 20.00-22.15 WIB di Lapangan Untung Suropati. Agenda pembukaan mencakup lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan, pembacaan Al-Qur'an dan sholawat, sambutan tuan rumah, laporan ketua panitia, serta penyerahan materi Muktamar kepada Ketua Umum PBNU.

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan khutbah iftitah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan amanat sekaligus membuka Muktamar NU ke-35 secara resmi sebelum acara ditutup dengan doa.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, agenda formal Muktamar memang dipusatkan di kompleks Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. “Semua kegiatan muktamar, dalam arti permusyawaratannya, semuanya ditempatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” kata Gus Yahya.

Memasuki Jumat, 28 Agustus, perhatian peserta beralih ke agenda persidangan. Sidang Pleno I dijadwalkan membahas dan mengesahkan jadwal serta tata tertib Muktamar. Setelah jeda salat Jumat dan makan siang, Sidang Pleno II digelar untuk membahas laporan pertanggungjawaban PBNU, pandangan umum peserta atas laporan tersebut, serta jawaban PBNU.

Pada malam harinya, enam komisi akan bersidang. Komisi A, B, dan C membahas Bahtsul Masail dengan bidang masing-masing, sementara Komisi D menangani organisasi, Komisi E membahas program, dan Komisi F menyusun rekomendasi. Persidangan komisi dijadwalkan berlangsung pukul 19.00-22.30 WIB.

Sabtu, 29 Agustus, menjadi salah satu tahapan paling menentukan. Pada pagi hingga siang hari, sidang enam komisi dilanjutkan bersamaan dengan tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Setelah itu, peserta memasuki Sidang Pleno III dan IV sebelum puncak persidangan digelar melalui Sidang Pleno V pada malam hari.

Dalam rangkaian puncak tersebut terdapat agenda demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, sidang AHWA, pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026-2031, pemilihan Ketua Umum PBNU 2026-2031, serta penetapan formatur. Dengan demikian, 29 Agustus menjadi salah satu tanggal yang paling krusial dalam keseluruhan Muktamar.

Setelah seluruh agenda utama persidangan dan pemilihan kepemimpinan rampung, Muktamar memasuki tahapan penutupan pada Ahad, 30 Agustus. Seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 08.30-10.15 WIB di Ruang Pleno Halaman GSG.

Acara tersebut mencakup laporan panitia, penyerahan hasil Muktamar, sambutan shohibul bait, serta sambutan Ketua Umum dan Rais Aam terpilih. Rais Aam terpilih dijadwalkan menutup rangkaian Muktamar sebelum acara diakhiri dengan doa. Setelah itu, konferensi pers resmi dijadwalkan berlangsung pukul 10.15-12.00 WIB, kemudian peserta melakukan check-out dan kembali ke daerah masing-masing.

Secara resmi, Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Situs resmi Muktamar menyebut forum ini sebagai ruang untuk merumuskan arah perjuangan NU lima tahun mendatang, memperkuat ukhuwah, serta menetapkan keputusan strategis organisasi dan kepengurusan. Muktamar tahun ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” 

Karena itu, rangkaian Muktamar tidak hanya berpusat pada pemilihan pimpinan. Pembahasan laporan pertanggungjawaban, Bahtsul Masail, organisasi, program, dan rekomendasi juga menjadi bagian penting dari proses yang akan menentukan arah NU untuk masa khidmah berikutnya.

Editor : Mahendra Aditya
Muktamar NU ke-35 Muktamar NU Tambakberas Muktamar NU Jombang pemilihan Ketua Umum PBNU Muktamar NU 2026