Bencana di Lombok: Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan 250 Rumah Tradisional Sasak

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:51 WIB
Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan 250 Rumah Tradisional Sasak
Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan 250 Rumah Tradisional Sasak
 
RADAR KUDUS — Bencana memilukan melanda kawasan destinasi wisata kebudayaan terkemuka di Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Kompleks pemukiman tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa kebakaran hebat tersebut melalap habis ratusan bangunan rumah adat unik yang selama ini menjadi ikon pariwisata kebudayaan dan cagar budaya utama Pulau Lombok.
 
Baca Juga: Duka di Medan Bencana: Pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki Ali Gugur saat Salurkan Bantuan Gempa

Kronologi dan Kecepatan Penyebaran Api

Kebakaran berlangsung sangat cepat dan masif akibat material struktur bangunan Desa Adat Sade yang didominasi oleh bahan-bahan alami yang sangat mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dinding bedek (anyaman bambu), serta atap ilalang kering.

Embusan angin malam yang kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dari satu atap rumah ke atap rumah lainnya di pemukiman padat tersebut, sehingga warga kesulitan melakukan pemadaman secara swadaya.

“Kondisi Kampung Sasak Sade yang kita cintai malam ini sudah tidak ada satu rumah pun yang tersisa, tidak ada satu barang pun yang bisa kami selamatkan karena api begitu cepat membesar,” ungkap perwakilan warga setempat, Tohirman Hayanto, dalam wawancara di lokasi kejadian.
  • Jumlah Kerusakan: Ditaksir sebanyak 250 unit rumah adat ludes terbakar tanpa tersisa.
  • Material Kompleks: Konstruksi bambu dan atap ilalang menjadi pemicu utama perambatan api secara ekstrem.
  • Kerugian Ekonomi: Seluruh stok kain tenun khas Sasak, kerajinan tangan, souvenir, serta barang berharga milik warga ikut hangus terbakar.

Dampak Kritis Terhadap Warisan Budaya dan Pariwisata

1.Awal Penyebaran Api:Api muncul sekitar pukul 20.00 WITA dari salah satu area pemukiman.
Material ilalang kering dan struktur kayu membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar ke seluruh penjuru desa adat.

2.Upaya Pemadaman dan Evakuasi:Warga dan petugas berjuang menyelamatkan diri di tengah angin kencang.
Armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, namun rapatnya gang-gang pemukiman membatasi ruang gerak petugas.

3.Paska-Kebakaran dan Tanggap Darurat:Pendataan dampak kerugian kebudayaan dan perencanaan rehabilitasi.
Pemerintah Daerah NTB bersama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan langkah darurat penanganan pengungsi dan penyusunan draf rekonstruksi.
 

Selain menghancurkan tempat tinggal warga lokal, kebakaran ini juga melumpuhkan sektor perekonomian masyarakat Desa Sade yang bergantung pada sektor pariwisata.
 
Ribuan lembar kain tenun tradisional yang diproduksi secara turun-temurun serta perlengkapan kesenian adat yang disimpan di dalam rumah-rumah warga turut menjadi abu.

Musibah ini menjadi pukulan telak bagi lanskap pariwisata kebudayaan nasional, mengingat Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi pemukiman suku asli Lombok yang paling terjaga keaslian arsitektur dan adat istiadatnya. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Desa Adat Sade Lombok kebakaran 2026 rumah tradisional Sasak ludes terbakar kebakaran kampung adat Sade Lombok Tengah musibah kebudayaan Desa Rembitan Pujut kerugian kain tenun Sasak Desa Sade