Duka di Medan Bencana: Pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki Ali Gugur saat Salurkan Bantuan Gempa

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:49 WIB
Pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki Ali Gugur saat Salurkan Bantuan Gempa Flores
Pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki Ali Gugur saat Salurkan Bantuan Gempa Flores
 
RADAR KUDUS — Kabar duka menyelimuti operasi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (42), dikabarkan gugur saat menjalankan misi pendistribusian bantuan logistik bagi para korban gempa bumi di wilayah Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026).

Kepergian aktivis kemanusiaan yang dikenal gigih tersebut menyisakan duka mendalam bagi jajaran relawan dan warga lokal.
 
Baca Juga: Mobilisasi Infak Jumat Masjid, Muhammadiyah Bantu Korban Bencana Gempa Bumi NTT
 
Hanya hitungan jam sebelum hembusan napas terakhirnya, almarhum tercatat masih aktif bergerak menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok di posko-posko pengungsian.

Kronologi dan Momen-momen Terakhir di Lapangan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian dan rekan sesama relawan, almarhum sempat menjalankan ibadah Salat Jumat bersama warga di Masjid Nurul Huda Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sebelum bergerak menuju lokasi terdampak di Dampek.

Salah seorang warga terdampak gempa, Jufri Husen, mengaku sempat berinteraksi dan berbincang hangat dengan Ahmad Zaki sesaat sebelum almarhum berangkat mengemudikan kendaraan logistik.

  • Aktivitas Harian: Almarhum secara intensif bolak-balik dari posko utama di Reo menuju lokasi pengungsian di Dampek untuk memastikan distribusi logistik tepat sasaran.
  • Aksi Terakhir: Kurang dari satu jam sebelum insiden, beredar dokumentasi video yang merekam momen almarhum sedang membagikan paket bantuan pangan kepada warga lokal.
  • Gejala Fisik: Dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan bantuan, kendaraan yang dikemudikan almarhum mendadak berhenti usai almarhum mengeluh sesak napas dan meminta rekannya membantunya melepas helm serta jaket.
“Kami mengonfirmasi bahwa salah satu relawan kemanusiaan meninggal dunia saat menjalankan tugas di Dampek.
 
Kepolisian bersama tim medis telah melakukan penelusuran serta pendataan terkait kronologi pasti kepergian almarhum,” ujar Kasi Humas Polres Manggarai Timur, AKP Irmawan Pujianto.

Alur Respon dan Penanganan Jenazah Relawan

1.Penyaluran Logistik Terakhir:Berangkat mengemudikan armada bantuan dari Posko Reo.
Ahmad Zaki Ali bersama tim bergerak menuju Dampek, Lamba Leda Utara, untuk mengantarkan paket sembako darurat bagi pengungsi.

2.Pemeriksaan Medis Darurat:Almarhum tidak sadarkan diri di dalam kendaraan.
Rekan-rekan relawan melarikan almarhum ke Posko Medis Damer, di mana tim medis mendiagnosis almarhum telah meninggal dunia, diduga akibat kelelahan fisik yang ekstrem (cardiac arrest).
 

3.Proses Pemulangan Jenazah:Pemulasaraan di Reo dan koordinasi evakuasi ke Jakarta.
Jenazah disalatkan di Masjid Nurul Huda Reo sebelum dievakuasi menggunakan helikopter BNPB menuju Labuan Bajo dan diterbangkan ke rumah duka di Jakarta.

Rekan almarhum dari Tim Hands Foundation, Muhammad Rafki Razif Kiransyah, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga di Jakarta telah diberi tahu dan tim gabungan segera mengurus proses pemulangan jenazah secara terhormat.

Kepergian Ahmad Zaki Ali menambah daftar panjang dedikasi para relawan kemanusiaan di Indonesia yang mendedikasikan seluruh hidupnya di garis depan bencana alam demi membantu sesama. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Ahmad Zaki Ali relawan Gerak Bareng gugur kronologi meninggalnya relawan gempa NTT Flores bencana gempa Manggarai Timur Dampek 2026 relawan kemanusiaan gugur salurkan bantuan logistik Yayasan Gerak Bareng gempa NTT