Mitigasi Emisi Metana Bantargebang: Damkar dan Relawan Semprot Eco Enzyme ke Gunungan Sampah

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi Sampah
Ilustrasi Sampah
 
RADAR KUDUS — Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatatkan angka emisi gas metana yang sangat tinggi, yakni mencapai 6,3 ton per jam.
 
Temuan tersebut menempatkan fasilitas pembuangan sampah terbesar di Indonesia ini di peringkat kedua dalam daftar area landfill dengan tingkat emisi metana tertinggi di dunia.

Data mengejutkan tersebut diperoleh dari pemantauan udara berbasis satelit Tanager-1 oleh lembaga riset Carbon Mapper dan UCLA Emmett Institute, bekerja sama dengan instrumen Earth Surface Mineral Dust Source Investigation (EMIT) milik NASA.
 
Baca Juga: Temuan Audit Program MBG: BGN Ungkap 414 Dapur SPPG Fiktif dan 6 Juta Data Penerima Manfaat Ganda
 
TPST Bantargebang berada tepat di bawah kompleks penampungan sampah Campo de Mayo di Argentina.

Dampak Gas Metana dan Risiko Kebakaran Lahan Sampah

Tingginya emisi metana (CH₄) dari timbunan sampah murni menjadi perhatian serius para ahli lingkungan hidup global.
 
Gas metana diketahui memiliki potensi efek rumah kaca dan daya pemanasan atmosfer sekitar 28 kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida (CO₂) dalam kurun waktu 100 tahun.

Selain berakibat fatal terhadap pemanasan global dan perubahan iklim, gas metana yang terperangkap di bawah gunungan sampah juga bersifat sangat sensitif dan mudah terbakar.
 
Tanpa pengelolaan dan penangkapan (gas capture) yang tepat, akumulasi metana berisiko tinggi memicu kebakaran hebat hingga ledakan struktur landfill.

  • Laju Emisi Metana: Mencapai 6,3 ton per jam (Peringkat ke-2 emisi landfill terbesar dunia setelah Campo de Mayo, Argentina).
  • Teknologi Pemantauan: Satelit Tanager-1 (Carbon Mapper & UCLA) dan instrumen EMIT NASA.
  • Ancaman Utama: Peningkatan efek rumah kaca global serta tingginya risiko insiden kebakaran dan ledakan tumpukan sampah.
“Tingginya emisi metana di area penampungan akhir tidak hanya mempercepat perubahan iklim, melainkan juga menyimpan potensi bahaya berupa kebakaran lahan akibat gas bertekanan yang terperangkap di dalam timbunan organik,” tegas pakar tata kelola lingkungan.

Langkah Intervensi: Penyemprotan Eco Enzyme Menggunakan Water Cannon

1.Identifikasi Ancaman Emisi:Deteksi emisi metana 6,3 ton/jam melalui pemantauan satelit.
Satelit Tanager-1 dan instrumen EMIT NASA mempublikasikan data TPST Bantargebang sebagai salah satu penyumbang emisi metana tertinggi dunia.

2.Pelaksanaan Operasi Penyemprotan:Penyemprotan 10.000 liter air racikan eco enzyme.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan relawan Eco Enzyme Nusantara menyiramkan larutan eco enzyme menggunakan mobil water cannon pada 9–15 Agustus 2026.

3.Evaluasi Dampak Lapangan:Penurunan konsentrasi gas awal dan perlunya pengujian berkelanjutan.
Uji lapangan menunjukkan adanya penurunan indikator bau dan konsentrasi gas di sejumlah titik, meski memerlukan riset ilmiah lanjutan untuk mengukur reduksi emisi secara presisi.

Sebagai upaya mitigasi darurat, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi serta relawan Eco Enzyme Nusantara menggelar aksi intervensi lapangan pada 9–15 Agustus 2026.

Petugas mengerahkan unit kendaraan water cannon untuk menyemprotkan 10.000 liter air yang dicampur dengan 2 liter cairan eco enzyme (rasio 1:5.000) ke area puncaknya gunungan sampah.
 
Baca Juga: Temuan Audit Program MBG: BGN Ungkap 414 Dapur SPPG Fiktif dan 6 Juta Data Penerima Manfaat Ganda
 
Eco enzyme—cairan hasil fermentasi limbah organik dapur—dimanfaatkan untuk menekan bau menyengat, mempercepat dekomposisi organik, serta mengikat zat polutan di udara.

Meskipun pengujian awal di lokasi mencatat penurunan konsentrasi gas di beberapa titik sampel, para praktisi dan akademisi menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat sementara.
 
Pengukuran ilmiah yang konsisten dan berkelanjutan tetap diperlukan guna membuktikan efektivitas eco enzyme dalam mereduksi emisi metana jangka panjang di Bantargebang. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Emisi metana TPST Bantargebang Bekasi penyemprotan eco enzyme Bantargebang Damkar data emisi gas metana NASA Carbon Mapper risiko kebakaran landfill sampah Bantargebang mitigasi polusi sampah DLH Kota Bekasi