Separator TransJakarta di Gatot Subroto Dicabut Sementara, Pengendara Diminta Waspada

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi TransJakarta.
Ilustrasi TransJakarta.

JAKARTA – Pengguna Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, perlu bersiap menghadapi perubahan pola lalu lintas selama sejumlah pekerjaan infrastruktur berlangsung. Separator jalur TransJakarta di ruas tersebut digeser atau dicabut sementara agar tersedia ruang untuk pekerjaan perbaikan jalan, trotoar, dan saluran.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan perubahan tersebut bukan pencabutan permanen. Separator akan dikembalikan ke posisi semula setelah pekerjaan yang membutuhkan penyesuaian ruang jalan rampung. Rekayasa dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan penggeseran separator diperlukan untuk memberikan ruang kerja sekaligus menjaga pengaturan arus kendaraan. Karena proyek berlangsung di beberapa segmen, konfigurasi lajur juga dapat berubah sesuai kondisi pekerjaan dan tingkat kepadatan lalu lintas.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik hingga 15 Persen, Pemerintah Janjikan Layanan Jemaah Lebih Baik

“Penggeseran separator ini dilakukan sementara untuk memberikan ruang bagi pekerjaan sekaligus menyesuaikan pengaturan lalu lintas di lokasi,” kata Budi, Rabu (19/8/2026).

Selama separator dibuka pada bagian yang terdampak, bus TransJakarta akan menggunakan pola mix traffic, yakni berbagi lajur dengan kendaraan umum lainnya. Kondisi ini membuat pengguna jalan perlu lebih memperhatikan rambu dan arahan petugas karena pola pergerakan kendaraan tidak sepenuhnya sama dengan kondisi normal.

Di sisi utara Jalan Gatot Subroto, pekerjaan yang dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencakup pembangunan dan peningkatan trotoar beserta fasilitas pendukung, termasuk saluran drainase. Pemerintah memang telah memasukkan Jalan Jenderal Gatot Subroto sebagai salah satu ruas yang mendapat perhatian dalam rencana peningkatan jalur pedestrian Jakarta periode 2025-2029.

Baca Juga: Korban Gempa NTT Tembus 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Pekerjaan trotoar dan saluran di sisi utara terbagi dalam tiga segmen. Segmen pertama membentang dari Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter dan dijadwalkan berlangsung 1 Agustus sampai 10 Oktober 2026.

Segmen kedua berada dari Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika dengan panjang sekitar 200 meter. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada 13 September hingga 31 Oktober 2026.

Sementara segmen ketiga membentang dari depan K-Link Tower menuju Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter. Pekerjaan pada bagian ini dijadwalkan berlangsung mulai 4 Oktober sampai 14 November 2026.

Selain proyek trotoar, sisi selatan Jalan Gatot Subroto juga menjalani pemeliharaan jalan berupa pelapisan aspal atau hotmix. Pekerjaan tersebut terbagi dalam dua segmen dan dilakukan secara bertahap pada 8 Agustus hingga 12 September 2026.

Segmen pertama berada dari turunan Flyover Pancoran menuju simpang Jalan Kapten Tendean, sekitar kawasan Hotel Mercure. Segmen berikutnya berada dari Flyover Sudirman atau Semanggi hingga pintu Tol Senayan.

Pengaturan lalu lintas juga berkaitan dengan pekerjaan pelebaran jalan di sisi utara Halte TransJakarta Pancoran. Penataan ini ditujukan untuk menjaga konsistensi lajur sehingga pergerakan kendaraan tetap dapat diatur selama proyek berjalan.

Dishub DKI menegaskan bahwa perubahan posisi separator akan terus dievaluasi. Jika kondisi lapangan memungkinkan, pengaturan lajur akan disesuaikan untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas pengguna jalan.

Baca Juga: Jangan Asal Beli! Begini Cara Mudah Cek Meterai Rp10.000 Asli atau Palsu

Bagi pengguna TransJakarta, perubahan ini berarti sebagian perjalanan bus di segmen terdampak tidak lagi sepenuhnya berada di jalur yang dipisahkan. Bus harus berbaur dengan arus kendaraan lain sehingga kondisi lalu lintas dapat memengaruhi waktu tempuh.

Situasi tersebut bukan hal baru dalam penanganan pekerjaan jalan di Jakarta. Pada proyek infrastruktur sebelumnya, Pemprov DKI juga pernah menggunakan skema pembongkaran sementara separator TransJakarta agar pekerjaan dapat berlangsung dan bus tetap bisa beroperasi melalui pola berbagi lajur.

Pemerintah menilai pengaturan bertahap diperlukan karena karakter pekerjaan di setiap titik berbeda. Pembukaan separator tidak dilakukan sekaligus di seluruh ruas, melainkan mengikuti kebutuhan masing-masing segmen pekerjaan.

Karena itu, pengguna kendaraan pribadi maupun pelanggan TransJakarta yang melintasi Gatot Subroto disarankan memperhitungkan waktu perjalanan tambahan, terutama pada jam sibuk. Pengendara juga diminta tidak menerobos atau berpindah lajur secara tiba-tiba ketika mendekati area proyek.

Baca Juga: Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga

Dishub DKI meminta masyarakat mematuhi rambu sementara, mengikuti instruksi petugas, dan mengutamakan keselamatan selama melintasi kawasan pekerjaan. Informasi lalu lintas terbaru juga perlu diperiksa melalui kanal resmi pemerintah karena pengaturan dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan.

Dengan demikian, pencabutan separator TransJakarta di Jalan Gatot Subroto bukan berarti jalur khusus bus tersebut dihapus. Kebijakan itu merupakan rekayasa sementara untuk mendukung pengerjaan infrastruktur yang mencakup perbaikan jalan, trotoar, drainase, serta penataan lajur.

Setelah seluruh pekerjaan yang membutuhkan ruang tambahan selesai, separator akan dipasang kembali. Pemerintah berharap pekerjaan tersebut pada akhirnya tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas trotoar, drainase, dan kenyamanan mobilitas di salah satu koridor penting Jakarta.

Editor : Mahendra Aditya
separator TransJakarta Jalan Gatot Subroto rekayasa lalu lintas Jakarta proyek jalan Jakarta transjakarta