JAKARTA — Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum.
Inovasi ini dihadirkan guna memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional melalui penyediaan instrumen deferred payment (pembayaran tertunda) yang efisien, aman, dan terintegrasi penuh dengan infrastruktur domestik.
Langkah ini menandai babak baru perluasan KKI yang sebelumnya hanya terbatas pada segmen instansi pemerintah pusat maupun daerah untuk transaksi belanja negara.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Alami 27 Letusan dalam Dua Hari: Status Tetap Siaga Level III, Radius 3 Km Disterilkan
Editor : Ghina Nailal Husna Transformasi KKI: Dari Segmen Pemerintah ke Segmen Individu dan Korporasi
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa implementasi KKI segmen ritel dirancang untuk memberikan pilihan transaksi yang lebih prudent serta mendukung efisiensi biaya transaksi pembayaran di dalam negeri.
Kini, layanan KKI dapat diakses oleh individu maupun korporasi, baik melalui skema perbankan konvensional maupun syariah, sesuai dengan kesiapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) penerbit.
“KKI diimplementasikan sebagai alternatif instrumen pembayaran domestik yang efisien, prudent, serta terintegrasi langsung dengan infrastruktur sistem pembayaran nasional demi mendukung kedaulatan ekonomi digital,” tegas Destry Damayanti dalam peluncuran resmi tersebut.
-
Integrasi QRIS: KKI tahap awal hadir dalam bentuk kartu digital yang difungsikan sebagai sumber dana (source of funds) langsung pada ekosistem QRIS.
-
Moda Transaksi: Mendukung QRIS Merchant Presented Mode (MPM), QRIS Customer Presented Mode (CPM), hingga teknologi QRIS TAP (NFC).
-
Rencana Pengembangan: Secara bertahap akan dikembangkan untuk mendukung transaksi online payment di e-commerce serta penerbitan kartu fisik untuk transaksi offline.
Tujuh Bank Pertama Sebagai First Mover Penerbit KKI
Ketua Umum ASPI, Rizaldy Taslim, menjelaskan bahwa sinergi antara otoritas moneter dan industri perbankan ini akan terus didorong guna mengakselerasi inklusi keuangan nasional.
Melalui ekspansi KKI ke segmen ritel, Bank Indonesia optimistis dapat meningkatkan efisiensi biaya pemrosesan transaksi domestik, memperluas akses digitalisasi pembayaran, serta memberikan alternatif instrumen kredit yang efisien bagi masyarakat Indonesia. (*)