RADAR KUDUS — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami peningkatan signifikan.
Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami total 27 kali letusan dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, terhitung sejak Minggu hingga Senin (16–17/8/2026).
Rekaman visual amatir yang diambil pada Minggu malam memperlihatkan kolom asap tebal menyembur disertai pijaran dari arah kawah utama.
Hingga Selasa (18/8/2026) siang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).
Erupsi Beruntun dalam Rentang Waktu 48 Jam
Berdasarkan laporan pengamatan resmi PVMBG yang dirilis melalui sistem MAGMA Indonesia, aktivitas erupsi teridentifikasi terjadi secara berkala dengan intensitas tinggi selama dua hari pelaksanaan pengamatan.
-
Aktivitas Hari Minggu (16/8): Terjadi sebanyak 8 kali letusan dengan kolom asap kawah teramati melambung setinggi 10 hingga 300 meter di atas puncak.
-
Aktivitas Hari Senin (17/8): Peningkatan frekuensi letusan melonjak hingga 19 kali letusan dalam sehari. Kolom asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan ketinggian mencapai 50 hingga 400 meter.
-
Pengamatan Visual Selasa (18/8): Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 20–150 meter dari puncak kawah.
“Meskipun pemantauan pada Selasa pagi hingga siang belum merekam adanya gempa letusan baru, akumulasi kegempaan harian menunjukkan bahwa pasokan magma di dalam tubuh gunung masih sangat aktif,” tulis tim pengamat PVMBG dalam laporan resminya.
Perkembangan Kegempaan dan Rekomendasi Zona Bahaya
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan Basarnas terus berkoordinasi guna mengawasi pergerakan kapal nelayan maupun aktivitas wisata di sekitar Perairan Selat Sunda.
Seluruh pihak diimbau untuk disiplin mematuhi rekomendasi jarak aman demi menghindari risiko paparan abu vulkanik serta lontaran batu pijar. (*)