Gunung Anak Krakatau Alami 27 Letusan dalam Dua Hari: Status Tetap Siaga Level III, Radius 3 Km Disterilkan

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Gunung Anak Krakatau Alami 27 Letusan dalam Dua Hari (@ussfeeds)
Gunung Anak Krakatau Alami 27 Letusan dalam Dua Hari (@ussfeeds)
 
RADAR KUDUS — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami peningkatan signifikan.
 
Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami total 27 kali letusan dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, terhitung sejak Minggu hingga Senin (16–17/8/2026).

Rekaman visual amatir yang diambil pada Minggu malam memperlihatkan kolom asap tebal menyembur disertai pijaran dari arah kawah utama.
 
Baca Juga: Fakta Sebenarnya Sosok Susannah: Bukan Pengupas Bawang, Ternyata Buruh Jahit Majun dan Pekerja Dapur MBG
 
Hingga Selasa (18/8/2026) siang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Erupsi Beruntun dalam Rentang Waktu 48 Jam

Berdasarkan laporan pengamatan resmi PVMBG yang dirilis melalui sistem MAGMA Indonesia, aktivitas erupsi teridentifikasi terjadi secara berkala dengan intensitas tinggi selama dua hari pelaksanaan pengamatan.

  • Aktivitas Hari Minggu (16/8): Terjadi sebanyak 8 kali letusan dengan kolom asap kawah teramati melambung setinggi 10 hingga 300 meter di atas puncak.
  • Aktivitas Hari Senin (17/8): Peningkatan frekuensi letusan melonjak hingga 19 kali letusan dalam sehari. Kolom asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan ketinggian mencapai 50 hingga 400 meter.
  • Pengamatan Visual Selasa (18/8): Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 20–150 meter dari puncak kawah.
“Meskipun pemantauan pada Selasa pagi hingga siang belum merekam adanya gempa letusan baru, akumulasi kegempaan harian menunjukkan bahwa pasokan magma di dalam tubuh gunung masih sangat aktif,” tulis tim pengamat PVMBG dalam laporan resminya.

Perkembangan Kegempaan dan Rekomendasi Zona Bahaya

1.Dinamika Kegempaan Posisi Terakhir:Hasil rekaman instrumen Pos Pengamatan PVMBG.
Instrumen mendeteksi 60 kali gempa hembusan, 2 kali gempa frekuensi rendah, 41 kali gempa hybrid/fase banyak, serta amplitudo tremor menerus (microtremor) yang masih merekam aktivitas magma bawah permukaan.

2.Sterilisasi Radius Zona Bahaya:Pengosongan area bahaya di sekeliling kawah.
PVMBG memberlakukan penutupan total dan melarang seluruh aktivitas manusia dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk mengantisipasi lontaran material pijar.
 

3.Imbauan Kesiapsiagaan Publik:Langkah mitigasi masyarakat pesisir Selat Sunda.
Masyarakat, wisatawan, nelayan, serta pendaki diminta tetap tenang, tidak termakan isu hoaks, serta memantau perkembangan erupsi secara berkala melalui saluran resmi pemerintah.

Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan Basarnas terus berkoordinasi guna mengawasi pergerakan kapal nelayan maupun aktivitas wisata di sekitar Perairan Selat Sunda.
 
Seluruh pihak diimbau untuk disiplin mematuhi rekomendasi jarak aman demi menghindari risiko paparan abu vulkanik serta lontaran batu pijar. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Letusan Gunung Anak Krakatau 2026 status Siaga Level III Anak Krakatau laporan PVMBG MAGMA Indonesia Krakatau radius bahaya 3 km Anak Krakatau erupsi gunung api Selat Sunda