Pemerintah Targetkan 10.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Mulai September 2026

Anita Fitriani • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Koperasi Desa Merah Putih akan beroperasi mulai September 2026
Koperasi Desa Merah Putih akan beroperasi mulai September 2026

 

 

 

RADAR KUDUS — Pemerintah berencana agar sebanyak 10.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi secara perlahan mulai bulan September 2026.

Target tersebut adalah bagian dari upaya mempercepat peningkatan kegiatan operasional koperasi desa setelah selesai melakukan pembangunan dan pembentukan lembaga di berbagai wilayah.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa ada target sebanyak 10.000 koperasi yang akan menyelesaikan proses pembangunan fisik pada bulan Agustus dan September tahun 2026.

Pemerintah mempercepat proses pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar koperasi tidak hanya dibuat secara administratif, tetapi juga bisa memberikan layanan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Dapur SPPG Ciputat Kehilangan 1.700 Ompreng MBG, Satpam Jadi Tersangka

Pemerintah sedang mempersiapkan peningkatan manajemen, bantuan dana, serta kerja sama antara berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga perusahaan milik negara.

Koperasi Desa Merah Putih dibuat sebagai tempat berkumpulnya kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam menjalankan tugasnya, koperasi bisa bertindak sebagai saluran bantuan dari pemerintah dan barang yang mendapat subsidi, sekaligus berperan sebagai penghubung antara masyarakat, produsen, dan jaringan distribusi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa koperasi tersebut dimaksudkan sebagai offtaker dan penyalur bantuan, bukan sebagai supermarket.

Baca Juga: Langkah Tegas BGN: Tutup Permanen 504 Dapur MBG yang Tidak Layak Sanitasi

Pemerintah juga ingin selesai membangun puluhan ribu koperasi desa atau kelurahan merah putih sampai Agustus 2026.

Setelah pekerjaan fisik selesai, langkah berikutnya adalah memverifikasi, menguji, siapkan SDM, serta memperkuat sistem operasional koperasi.

Langkah tersebut penting agar koperasi bisa berjalan sesuai tujuannya dan memiliki pengelolaan yang terstruktur dengan jelas.

Pada bulan Agustus 2026, pemerintah menyebutkan bahwa sekitar 10.000 koperasi sudah berjalan, meskipun belum semua di antaranya berjalan dengan baik.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional 833 Dapur MBG yang Tak Penuhi Ketentuan

Dari jumlah itu, sekitar 3.300 koperasi dianggap sudah berjalan dengan baik, sedangkan koperasi lainnya masih dalam proses penyesuaian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengoperasian koperasi dilakukan secara bertahap dan masih membutuhkan penguatan di lapangan.

Program tersebut akan dijalankan dengan melibatkan pemerintah daerah serta pengelola koperasi di setiap wilayahnya.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG: El Nino Diprediksi Bertahan hingga Kuartal I 2027

Pihak pengelola wajib memastikan layanan koperasi berjalan dengan jelas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta bisa membantu menjalankan kegiatan ekonomi di daerah setempat. 

Kesiapan gedung, fasilitas pendukung, pengelola, serta cara pelayanan merupakan hal penting sebelum koperasi mulai beroperasi secara penuh.

Target 10.000 koperasi yang mulai beroperasi pada bulan September juga merupakan bagian dari tahap berikutnya dari rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah koperasi yang aktif hingga akhir tahun 2026.

Presiden Prabowo Subianto berharap ada 30.000 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih yang berjalan dengan baik sampai akhir tahun ini.

Editor : Anita Fitriani
Menteri Koperasi Ferry Juliantono Kopdes Kopdes Merah Putih Koperasi Desa Merah Putih