83.572 Orang Naik LRT Jabodebek Saat HUT ke-81 RI, Pengguna Melonjak Hampir 7 Persen

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:19 WIB
LRT Jabodetabek
LRT Jabodetabek

RADAR KUDUS - LRT Jabodebek mencatat lonjakan pengguna saat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Sebanyak 83.572 penumpang menggunakan layanan tersebut, meningkat 5.285 orang atau sekitar 6,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut memperlihatkan tingginya kebutuhan transportasi publik ketika mobilitas masyarakat meningkat selama momentum perayaan nasional. Dengan tarif khusus dan jam operasi yang diperpanjang, LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan warga untuk bepergian di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengapresiasi masyarakat yang memilih moda transportasi tersebut untuk mendukung aktivitas selama perayaan kemerdekaan. Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna menjadi indikasi bahwa layanan transportasi publik perlu mampu mengikuti perubahan pola mobilitas masyarakat.

Pada momentum 17 Agustus, LRT Jabodebek menerapkan tarif khusus Rp8.000 sekaligus memperpanjang jam operasional hingga tengah malam. Sebanyak 430 perjalanan disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat.

Kebijakan tersebut memberikan pilihan lebih luas bagi warga yang masih beraktivitas setelah mengikuti rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Perpanjangan waktu perjalanan juga menjadi penting karena sejumlah kegiatan perayaan berlangsung hingga sore dan malam hari.

Aktivitas penumpang terlihat cukup tinggi sejak pagi. Pada periode pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, Stasiun Harjamukti menjadi lokasi dengan jumlah tap in terbesar, yakni 6.945 pengguna. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Cikoko dengan 4.642 pengguna dan Stasiun Jatimulya dengan 3.570 pengguna.

Dari sisi penumpang yang keluar dari sistem LRT, Stasiun Dukuh Atas BSI menjadi titik dengan tap out tertinggi, mencapai 10.147 pengguna pada periode tersebut. Tingginya angka ini menggambarkan besarnya arus perjalanan menuju kawasan pusat aktivitas Jakarta.

Kepadatan kembali terlihat pada sore hingga menjelang layanan terakhir. Pada periode tersebut, Stasiun Dukuh Atas BSI menjadi lokasi dengan tap in terbanyak, mencapai 8.923 pengguna. Setelahnya, aktivitas tinggi tercatat di Stasiun Cikoko dan Bekasi Barat.

Sementara itu, Stasiun Harjamukti menjadi titik dengan jumlah tap out tertinggi, yakni 5.717 pengguna. Stasiun Jatimulya dan Jatibening Baru juga mencatat aktivitas perjalanan yang relatif tinggi.

Dengan pola perjalanan tersebut, lonjakan pengguna tidak hanya terjadi pada jam berangkat pagi. Arus penumpang juga kembali meningkat setelah masyarakat menyelesaikan aktivitas perayaan dan mulai melakukan perjalanan pulang.

Operasional pada malam hari menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi pola mobilitas tersebut. Dalam jadwal khusus kemerdekaan, perjalanan terakhir menuju Jatimulya tercatat berangkat dari Dukuh Atas BSI sekitar 00.30 WIB, sedangkan perjalanan menuju Harjamukti sekitar 00.34 WIB.

LRT Jabodebek sendiri merupakan bagian dari pengembangan transportasi massal berbasis kereta di kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya. Kehadirannya dirancang untuk menghubungkan wilayah Jakarta dengan sejumlah kawasan penyangga, sekaligus menyediakan alternatif perjalanan yang terintegrasi dengan jaringan transportasi perkotaan lainnya.

Data jumlah pengguna pada 17 Agustus 2026 menjadi indikator menarik karena menunjukkan bagaimana transportasi publik dapat mengambil peran ketika terjadi peningkatan mobilitas dalam waktu singkat. Perayaan nasional biasanya membuat pola perjalanan masyarakat berubah, baik untuk menuju lokasi acara maupun kembali ke rumah setelah kegiatan selesai.

Kenaikan hampir 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan LRT tetap kuat pada momentum dengan mobilitas tinggi. Angka tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi operator untuk menjaga kapasitas, ketepatan waktu, kenyamanan, serta kelancaran perpindahan penumpang di stasiun.

Bagi masyarakat, kebijakan tarif khusus turut memberikan daya tarik tersendiri. Biaya perjalanan yang lebih terjangkau memungkinkan transportasi publik menjadi pilihan bagi warga yang ingin menghadiri kegiatan kemerdekaan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Dari sisi tata kelola transportasi perkotaan, peningkatan jumlah pengguna pada hari besar menunjukkan pentingnya fleksibilitas layanan. Penambahan perjalanan dan perpanjangan jam operasi dapat membantu mengantisipasi konsentrasi penumpang yang biasanya tidak terjadi pada hari biasa.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan demikian bukan hanya menghasilkan peningkatan aktivitas masyarakat, tetapi juga memperlihatkan peran transportasi publik dalam menopang pergerakan warga Jabodebek.

Dengan 83.572 pengguna dalam satu hari, LRT Jabodebek menunjukkan bahwa ketika tarif disesuaikan dan layanan diperpanjang, masyarakat memiliki alasan lebih kuat untuk memilih angkutan umum. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kepercayaan tersebut dalam mobilitas harian, bukan hanya ketika berlangsung perayaan besar.

Editor : Mahendra Aditya
hut ke-81 ri LRT Jabodebek 17 Agustus 2026 pengguna LRT Jabodebek LRT Jabodebek naik 7 persen tarif LRT Jabodebek