RADAR KUDUS – Perjalanan panjang Muhammad Fadil Imran di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki babak baru. Setelah lebih dari tiga dekade mengabdi dan menduduki sejumlah jabatan strategis, jenderal bintang tiga lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu memasuki masa purnatugas pada 2026.
Fadil tidak benar-benar meninggalkan dunia profesional setelah pensiun. Ia telah dipercaya sebagai Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, holding BUMN industri pertambangan. Penunjukan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2025 dan namanya masih tercantum dalam jajaran Dewan Komisaris MIND ID.
Dengan demikian, kiprah Fadil setelah berkarier di kepolisian bukan dimulai dari nol. Sebelum memasuki masa purnatugas, ia sudah memiliki pengalaman di level strategis Polri, termasuk sebagai Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, hingga Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.
Profil resmi MIND ID mencatat Fadil merupakan lulusan Akpol 1991. Ia pernah menjadi Kapolda Jawa Timur pada Mei 2020 dan kemudian memimpin Polda Metro Jaya sejak 16 November 2020 hingga 27 Maret 2023. Setelah itu, kariernya berlanjut hingga dipercaya sebagai Kabaharkam Polri.
Sementara itu, laporan mengenai masa pensiun Fadil semakin menguat pada pertengahan 2026. Ia termasuk sejumlah perwira tinggi yang memasuki masa purnatugas pada tahun ini. Sebelum pensiun, Fadil tercatat menjalankan tugas sebagai Astamaops Polri.
Perjalanan Fadil menuju jajaran elite Polri sendiri berlangsung cukup panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol pada 1991, ia meniti karier dari berbagai posisi operasional dan reserse. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke sejumlah jabatan di tingkat kepolisian daerah hingga Mabes Polri.
Nama Fadil semakin dikenal publik ketika dipercaya memimpin Polda Jawa Timur pada 2020. Tidak lama berselang, ia mendapat mandat menjadi Kapolda Metro Jaya, salah satu posisi strategis dalam struktur kepolisian karena wilayah tugasnya mencakup ibu kota dan kawasan penyangga.
Setelah menyelesaikan masa tugas sebagai Kapolda Metro Jaya pada 2023, Fadil kemudian dipercaya menjadi Kabaharkam Polri. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap fungsi pemeliharaan keamanan dan sejumlah fungsi operasional kepolisian.
Babak baru sebenarnya sudah dimulai ketika MIND ID menunjuk Fadil sebagai komisaris pada Juni 2025. Penunjukan itu merupakan bagian dari perubahan susunan Dewan Komisaris setelah RUPST. Selain Fadil, MIND ID saat itu juga memasukkan Carmelita Hartoto sebagai komisaris independen serta Nugroho Widyotomo dalam jajaran komisaris.
Saat ini, situs resmi MIND ID masih mencantumkan Muhammad Fadil Imran sebagai Komisaris bersama sejumlah nama lain dalam Dewan Komisaris perusahaan.
Perpindahan dari institusi kepolisian ke perusahaan BUMN tersebut menjadi salah satu aspek menarik dalam perjalanan karier Fadil. Pengalaman panjang di bidang keamanan dan manajemen organisasi menjadi bagian dari rekam profesional yang dibawa ke lingkungan korporasi.
Namun, penting membedakan waktu penunjukan dan masa purnatugas. Fadil sudah ditunjuk sebagai komisaris MIND ID pada 2025, ketika ia masih tercatat sebagai perwira aktif Polri. Jadi, jabatan komisaris tersebut bukan posisi yang baru diberikan setelah dirinya pensiun pada 2026.
Di sisi lain, nama Fadil juga memiliki keterkaitan erat dengan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa. Ia merupakan kakak dari Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa periode 2025–2030, serta Mohammad Firdaus Daeng Manye yang terpilih sebagai Bupati Takalar pada Pilkada 2024.
Kemenangan Husniah di Pilkada Gowa membuat hubungan keluarga tersebut ikut menjadi perhatian publik. Husniah dilantik sebagai Bupati Gowa pada 20 Februari 2025 dan kini menjalankan pemerintahan daerah untuk periode 2025–2030.
Nama Fadil kemudian kembali muncul dalam pemberitaan terkait dinamika politik dan hukum yang dihadapi pemerintahan Kabupaten Gowa. DPRD Gowa sebelumnya menjalankan proses hak angket terhadap sejumlah persoalan yang melibatkan pemerintahan daerah.
Dalam perkembangan tersebut, keluarga besar Husniah pada Juli 2026 justru menyampaikan bantahan terhadap narasi yang menyebut Fadil memberikan perlindungan atau melakukan intervensi terhadap persoalan yang dihadapi sang adik. Pernyataan itu disampaikan melalui juru bicara keluarga dan diberitakan pula oleh ANTARA.
Artinya, hubungan keluarga antara Fadil dan Husniah memang menjadi fakta, tetapi hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya campur tangan Fadil dalam persoalan pemerintahan maupun proses hukum yang tengah dihadapi Bupati Gowa.
Polemik di Gowa juga masih berkembang. Pada Juli 2026, Husniah diberitakan menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Selatan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah tahun anggaran 2025. Status sebagai saksi penting dicantumkan agar informasi tersebut tidak keliru dipahami sebagai penetapan tersangka.
Di tengah dinamika tersebut, Fadil sendiri memasuki fase berbeda dalam kehidupannya. Masa pengabdian sebagai anggota aktif Polri berakhir, sementara jabatan di MIND ID memberikan ruang baru untuk melanjutkan kiprah profesionalnya.
Karier Fadil menjadi contoh perjalanan seorang perwira yang melewati berbagai jenjang penting, dari pengalaman operasional dan reserse hingga memimpin institusi kepolisian di dua wilayah strategis, kemudian masuk ke lingkungan korporasi BUMN.
Kini, setelah usia dinas kepolisian berakhir, perhatian terhadap Fadil tidak hanya tertuju pada rekam jejaknya selama sekitar 35 tahun di Polri. Posisi sebagai Komisaris MIND ID membuat babak berikutnya berlangsung di sektor korporasi, sementara keterkaitannya dengan Gowa tetap membuat namanya menjadi sorotan dalam dinamika daerah asalnya.
Editor : Mahendra Aditya