Aksi 'Merebut Kemerdekaan': BEM UI Turun ke Jalan di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan untuk Pemerintah

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:06 WIB
Ilustrasi demo
Ilustrasi demo
 
RADAR KUDUS — Sehari pasca-peringatan Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
 
Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan tersebut menjadi wadah aspirasi dalam mempertanyakan esensi kemerdekaan yang dirasakan oleh rakyat kecil saat ini.

Kehadiran massa aksi di pusat ibu kota sempat memicu penyempitan arus lalu lintas di kawasan Sudirman-Thamrin.
 
Baca Juga: Perluas Akses Layanan Medis hingga Pelosok: Presiden Prabowo Targetkan Klinik Kesehatan di Setiap Kopdes Merah Putih
 
Pihak BEM UI secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan atas ketidaknyamanan tersebut, sembari menegaskan pentingnya Isu yang dibawakan.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga DKI Jakarta jika aksi ini memicu kemacetan.
 
Namun, kami memandang persoalan sempitnya lapangan kerja, ketimpangan ekonomi, serta masalah struktural yang dihadapi bangsa hari ini jauh lebih mendesak untuk disuarakan secara terbuka,” ujar Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan, di sela-sela aksi.

Evaluasi Kritis Kemerdekaan dan 8 Tuntutan Utama

Dalam demonstrasi tersebut, BEM UI menyuarakan delapan tuntutan krusial yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat.
 
Tuntutan tersebut merangkum berbagai persoalan tata kelola pemerintahan, kebijakan ekonomi, hingga perlindungan hak-hak sipil masyarakat.

  • Pemberantasan KKN & Reforma Agraria: Mendorong tindakan tegas terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta percepatan redistribusi tanah bagi petani.
  • Stabilitas Harga Pokok: Menuntut penurunan harga bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai makin memberatkan daya beli warga.
  • Evaluasi PSN & Program Prioritas: Meminta evaluasi total atas Proyek Strategis Nasional (PSN) serta penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (KDMP) untuk dikaji ulang efektivitasnya.
  • Tanggap Bencana Nasional: Mendesak penetapan status Bencana Nasional untuk wilayah terdampak bencana alam di Sumatra dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sikap Terhadap Efisiensi Anggaran dan Ruang Sipil

1.Pembacaan Risalah Tuntutan:Konsolidasi massa dan aksi simpatik.
Mahasiswa berkumpul di landmark Bundaran HI untuk membacakan poin-poin krusial terkait kondisi demokrasi dan ekonomi terkini.

2.Penolakan Pemangkasan TKD:Kritik atas kebijakan fiskal dan daerah.
BEM UI menyoroti pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dinilai berpotensi memperlambat pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

 
3.Hentikan Represivitas dan Intervensi:Perlindungan hak asasi dan ruang demokrasi.
Menyerukan penghentian keterlibatan aparat TNI-Polri dalam ruang sipil serta tindakan represif terhadap aksi penyampaian pendapat.

Aksi demonstrasi ini ditegaskan oleh pimpinan BEM UI sebagai langkah awal dari gelombang gerakan mahasiswa dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.
 
BEM UI turut mengajak seluruh elemen masyarakat, buruh, dan pemuda untuk terus bersuara serta mengawal kebijakan publik demi terwujudnya keadilan sosial yang merata. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
BEM UI demo Bundaran HI aksi Merebut Kemerdekaan BEM UI 2026 8 tuntutan BEM UI ke pemerintah Ketua BEM UI Yatalatof Imawan demonstrasi mahasiswa Jakarta 18 Agustus