RADAR KUDUS — Dukungan dan solidaritas internasional bagi Indonesia terus mengalir pascabencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam sekaligus menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk mengirimkan bantuan medis dan kemanusiaan guna membantu penanganan darurat di lokasi bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Pezeshkian melalui pesan resmi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Minggu (16/8/2026).
Komitmen Bantuan Kemanusiaan dan Medis dari Iran
Dalam keterangannya yang dirilis oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, Presiden Pezeshkian menyampaikan rasa simpati atas jatuhnya korban jiwa serta ribuan warga yang mengalami luka-luka maupun kehilangan tempat tinggal akibat bencana tektonik tersebut.
Iran menegaskan komitmennya sebagai negara sahabat untuk siap menerjunkan tim medis serta mengirimkan pasokan logistik darurat jika diperlukan oleh Pemerintah Indonesia.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, terutama kepada keluarga yang berduka serta masyarakat yang terdampak,” tutur Presiden Pezeshkian.
-
Pernyataan Kesediaan Bantuan: Iran siap membentangkan dukungan berupa tenaga medis ahli, pasokan obat-obatan, serta logistik kemanusiaan.
-
Doa untuk Pemulihan: Pemerintah Iran berharap proses penanganan pascabencana di kawasan Flores dan sekitarnya dapat berjalan cepat dan lancar.
“Dalam situasi sulit ini, kami siap memberikan bantuan kemanusiaan dan medis. Saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan ampunan kepada para korban, kesembuhan segera bagi mereka yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas,” tambahnya.
Sebaran Dampak Gempa NTT Menurut Data BNPB
Dukungan dari pemerintah Iran ini menambah daftar panjang simpati global terhadap Indonesia dalam menghadapi bencana alam besar di Nusa Tenggara Timur, di saat tim SAR gabungan dan BNPB terus memfokuskan upaya pada pencarian korban serta distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolir. (*)