NTT Diguncang 235 Gempa Susulan: Korban Meninggal Tembus 51 Jiwa, 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Ilustrasi korban gempa
Ilustrasi korban gempa
 
RADAR KUDUS — Rangkaian aktivitas tektonik pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghentak wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu lalu masih terus berlangsung.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 235 kali gempa susulan (aftershocks) telah terjadi hingga pembaruan data pada Minggu pukul 14.00 WIB.

Frekuensi gempa susulan yang masih tinggi ini menambah trauma warga di area terdampak, sekaligus memicu kewaspadaan ekstra dalam proses evakusi dan penanganan darurat di lapangan.
 
Baca Juga: Wujud Solidaritas Korban Gempa NTT: Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan HUT Ke-81 RI

Korban Jiwa dan Pengungsian Massal

Berdasarkan laporan pembaruan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa akibat gempa utama dan ancaman gelombang tsunami mengalami peningkatan signifikan.

  • Korban Meninggal Dunia: Tercatat 51 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa utama terjadi.
  • Warga Mengungsi: Lebih dari 5.000 jiwa kini berada di titik-titik pengungsian terpusat maupun melakukan evakuasi mandiri ke wilayah dataran tinggi.
  • Respon Peringatan Tsunami: Eksodus warga menuju tempat aman sempat terjadi saat BMKG memicu status Peringatan Dini Tsunami (mulai level Waspada hingga Siaga) untuk kawasan pesisir NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan sebelum akhirnya dicabut.
“Tim Reaksi Cepat bersama instansi gabungan terus menyisir area terdampak untuk memastikan seluruh korban terevakuasi serta kebutuhan logistik dasar pengungsi dapat terpenuhi,” tulis pihak BNPB dalam keterangannya.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

1.Kerusakan Sektor Perumahan:Inventarisasi pemukiman warga terdampak.
Data sementara BNPB mencatat sebanyak 157 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan akibat guncangan kuat gempa tektonik.
 

2.Kerusakan Fasilitas Umum:Kendala layanan dasar di lokasi bencana.
Sejumlah fasilitas kesehatan, sarana ibadah, dan jaringan jalan antardesa mengalami kerusakan struktural, memicu gangguan sementara pada akses logistik darurat.

3.Koordinasi dan Tanggap Darurat:Langkah mitigasi dan pemulihan lintas sektor.
Pemerintah pusat melalui instansi terkait berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengamankan jalur distribusi bantuan, layanan medis, serta penyediaan tenda darurat.

Pemerintah terus mengimbau warga agar tidak memaksakan diri kembali ke dalam rumah atau bangunan yang struktur temboknya sudah retak guna menghindari risiko susulan dari fluktuasi gempa yang masih terjadi. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Gempa susulan NTT 235 kali korban gempa NTT 51 meninggal data BNPB pengungsi gempa NTT kerusakan infrastruktur gempa Nusa Tenggara Timur peringatan tsunami BMKG gempa NTT