Gempa M7,7 Guncang NTT, Sejumlah Korban Berjatuhan dan Tim SAR Dikerahkan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:06 WIB
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/HO-Kantor SAR Maumere/aa)
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/HO-Kantor SAR Maumere/aa)

RADAR KUDUS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA.

Pusat gempa dilaporkan berada pada kedalaman 30 kilometer di wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sejumlah dampak dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka, termasuk di kawasan pelabuhan.

Fathur menjelaskan, salah satu bangunan di Pelabuhan Lauren Say Maumere roboh saat gempa berlangsung.

Reruntuhan bangunan tersebut menimpa seorang perempuan bernama Meliana Nenong, 54 tahun. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selain korban meninggal, petugas juga menemukan dua orang yang mengalami luka-luka. Keduanya kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD T.C. Hillers Maumere.

Tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi terdampak untuk mencari dan mengevakuasi korban lainnya.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan korban meninggal maupun luka-luka masih dalam proses pendataan.

“Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” ujar Fathur.

BNPB Verifikasi Data Korban

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan awal dari Kodim Sikka mengenai dampak gempa di kawasan Pelabuhan El Say.

Dalam laporan sementara tersebut, disebutkan terdapat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.

Data tersebut masih diverifikasi oleh petugas yang berada di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan dua korban meninggal terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan.

“Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan,” kata Berton.

Proses evakuasi hingga penanganan korban melibatkan unsur Basarnas, TNI, dan Polri.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak dapat segera diketahui.

Gempa Susulan Terjadi

Setelah gempa utama, sejumlah aktivitas gempa susulan juga tercatat di wilayah tersebut. Beberapa gempa susulan memiliki kekuatan cukup besar.

Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 tercatat pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian gempa M6,2 kembali terjadi pada pukul 05.28.40 WIB.

Selanjutnya, gempa berkekuatan M5,6 terjadi pada pukul 05.37.19 WIB.

Selain itu, sejumlah gempa susulan lainnya turut terdeteksi, termasuk gempa berkekuatan M5,5.

Meski demikian, berdasarkan informasi sementara yang diterima BNPB, rangkaian gempa susulan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Petugas gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen dampak gempa, mendata korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak.

Editor : Ali Mustofa
tim sar nusa tenggara timur gempa bumi korban jiwa