RADAR KUDUS – Istilah Desil 1 sampai Desil 10 semakin sering muncul ketika pemerintah membahas penyaluran bantuan sosial. Namun, masih banyak masyarakat yang keliru menganggap desil sebagai batas gaji atau ukuran tunggal untuk menentukan seseorang miskin atau kaya.
Dalam sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga ke dalam 10 kelompok.
Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga dalam distribusi kesejahteraan, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah hingga Desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Artinya, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan relatif sebuah keluarga dibandingkan kelompok lainnya. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin tinggi posisi kesejahteraannya.
Baca Juga: Cek Desil Kemensos 2026 Online Pakai NIK, Ini Link Resmi dan Cara Lengkapnya
Posisi desil menjadi penting karena digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial. Laman resmi Cek Bansos Kemensos menyebut keluarga yang berada pada Desil 1-4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako. Sementara Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Namun, angka desil bukan jaminan otomatis seseorang akan menerima bansos. Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria dan mekanisme masing-masing program. Karena itu, masyarakat tidak tepat jika menganggap Desil 1 pasti menerima seluruh jenis bantuan, atau Desil 5 pasti mendapatkan PBI-JK.
Kementerian Sosial sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa kelompok Desil 1-4 menjadi bagian penting dalam sasaran perlindungan sosial, sekaligus dapat diarahkan menuju program pemberdayaan agar penerima bantuan secara bertahap mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.
Lalu, apa sebenarnya arti Desil 1 hingga 10?
Desil 1 merupakan 10 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan paling rendah dalam pemeringkatan. Kelompok ini menjadi salah satu prioritas utama dalam berbagai intervensi perlindungan sosial.
Desil 2 berada satu tingkat di atas Desil 1. Kelompok ini masih termasuk lapisan dengan kesejahteraan rendah dan menjadi sasaran penting program perlindungan sosial.
Desil 3 menunjukkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang masih relatif rendah. Kelompok ini tetap termasuk dalam 40 persen terbawah yang dapat menjadi sasaran usulan program tertentu.
Desil 4 merupakan kelompok terbawah berikutnya dan sekaligus menjadi batas atas dari 40 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif terendah. Kelompok Desil 1-4 dapat diusulkan untuk program PKH dan Sembako sesuai ketentuan yang berlaku.
Desil 5 berada di posisi tengah distribusi kesejahteraan. Laman resmi Cek Bansos menyebut kelompok ini dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK, tetapi penetapan tetap mengikuti ketentuan program dan hasil pemutakhiran data.
Desil 6 berada di atas kelompok tengah tersebut dan secara umum menunjukkan posisi kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan Desil 1-5. Kelompok ini bukan sasaran utama PKH dan Sembako berdasarkan ketentuan desil yang tercantum pada laman Cek Bansos.
Desil 7 menunjukkan posisi kesejahteraan yang relatif lebih tinggi dibandingkan enam kelompok sebelumnya. Namun, angka desil tetap merupakan peringkat relatif, bukan label mutlak mengenai kondisi ekonomi seseorang.
Desil 8 berada pada kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif tinggi. Kondisi ekonomi keluarga dalam kelompok ini dinilai berada di atas sebagian besar populasi yang berada pada desil lebih rendah.
Desil 9 termasuk kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif tinggi dan berada satu tingkat di bawah kelompok tertinggi.
Desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif paling tinggi dalam pemeringkatan DTSEN. Berada di Desil 10 berarti posisi keluarga tersebut berada pada kelompok teratas dalam distribusi kesejahteraan, bukan berarti pemerintah menetapkan nominal kekayaan tertentu sebagai syarat Desil 10.
Hal penting yang perlu diluruskan adalah desil tidak sama dengan nominal penghasilan tertentu. BPS menjelaskan bahwa desil merupakan posisi relatif dalam distribusi kesejahteraan, sehingga tidak dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai, misalnya, “gaji sekian rupiah pasti Desil 5”.
Penentuan kelompok kesejahteraan juga tidak hanya melihat satu variabel. BPS menyebut sejumlah indikator yang digunakan dalam pemutakhiran DTSEN, antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi dan kualitas tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset, serta kepemilikan usaha.
Karena menggunakan berbagai indikator, dua keluarga dengan penghasilan yang terlihat serupa belum tentu memiliki posisi desil yang sama. Demikian pula, kondisi tempat tinggal, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, aset, dan faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi pemetaan kesejahteraan.
DTSEN juga bukan data yang bersifat permanen. Sistem tersebut terus diperbarui agar menggambarkan kondisi masyarakat yang lebih aktual. BPS pada April 2026 menyebut pemutakhiran DTSEN Volume 2 mencakup sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu, termasuk pembaruan data demografi dan hasil verifikasi lapangan.
Karena itu, posisi desil seseorang dapat berubah ketika kondisi sosial ekonominya berubah atau setelah data mengalami pemutakhiran dan penghitungan ulang. Laman resmi Cek Bansos menyebut perubahan atau ketidaksesuaian data dapat disampaikan melalui desa/kelurahan dan dinas sosial atau melalui aplikasi Cek Bansos, kemudian data akan dihitung ulang secara berkala oleh BPS.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap informasi yang menyebut desil sebagai “nominal gaji resmi” atau menjanjikan pencairan bansos hanya berdasarkan angka desil tertentu. Informasi tersebut dapat menyesatkan karena desil hanyalah salah satu instrumen pemetaan kesejahteraan dan bukan surat keputusan otomatis mengenai hak atas seluruh bantuan pemerintah.
Untuk mengetahui posisi desil masing-masing, masyarakat dapat menggunakan kanal resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode verifikasi yang tersedia. Informasi yang ditampilkan bersumber dari DTSEN.
Pada akhirnya, pembagian Desil 1-10 bukan sekadar label ekonomi. Sistem tersebut dirancang untuk membantu pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial sekaligus mengurangi risiko bantuan salah sasaran. BPS menegaskan pemutakhiran DTSEN dilakukan untuk meningkatkan akurasi pensasaran program pemerintah.
Editor : Mahendra Aditya