Kepala SPPG Karanganyar Mual-Muntah Saat Cicipi Menu MBG, Lha Kok Bisa?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Ilustrasi keracunan makanan
Ilustrasi keracunan makanan

Karanganyar – Insiden keamanan pangan terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kepala SPPG, Abra Yodha Raya, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mencicipi menu ayam rempah yang akan digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026). Sebelum makanan dibagikan, tim dapur lebih dulu menemukan aroma yang tidak biasa dari olahan ayam.

Bau tersebut dinilai cukup mencurigakan sehingga kepala SPPG, ahli gizi, dan sejumlah petugas melakukan pemeriksaan organoleptik.

Abra kemudian ikut mencicipi makanan tersebut. Meski rasa ayam masih terasa enak karena tertutup bumbu rempah, aromanya justru dianggap tidak normal.

Dalam penilaian organoleptik dengan skala 1 sampai 5, menu tersebut mendapat nilai 2 sehingga dinilai tidak layak untuk didistribusikan.

Tak lama setelah mencicipinya, Abra mengaku mengalami mual, muntah, dan pusing.

Namun, ia menyebut dirinya menjadi satu-satunya orang dari sekitar 10 orang yang ikut mencicipi yang mengalami keluhan tersebut.

Abra juga tidak serta-merta menyimpulkan keluhannya sebagai keracunan akibat makanan. Ia menduga kondisi fisiknya yang kelelahan setelah beraktivitas berat dan kurang tidur turut menjadi faktor yang menyebabkan tubuhnya bereaksi.

Distribusi MBG Langsung Dihentikan

Setelah menemukan masalah pada ayam rempah, SPPG Jati mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan distribusi menu tersebut. Ayam yang bermasalah berasal dari batch kedua dengan jumlah sekitar 300 porsi.

Sementara itu, sekitar 300 porsi dari batch pertama yang sebelumnya sudah didistribusikan juga ditarik kembali sebagai langkah antisipasi. Penarikan dilakukan meskipun belum ada kepastian bahwa seluruh makanan pada batch pertama berbahaya.

Sekitar 30 kilogram ayam yang dinilai bermasalah kemudian dimusnahkan. Daging tersebut terdiri dari beberapa bagian, termasuk paha dan sayap.

Kejadian ini juga berujung pada penghentian kerja sama dengan pemasok ayam. SPPG menyatakan langsung mengganti supplier yang telah bekerja sama selama sekitar tiga bulan dan menggunakan pemasok baru untuk menjaga kelancaran distribusi MBG.

Laporan mengenai kejadian serupa juga diberitakan sejumlah media lokal. Solopos, misalnya, mengonfirmasi bahwa distribusi MBG di lokasi tersebut ditarik setelah petugas mengalami muntah usai mencicipi menu ayam rempah.

Aturan Keamanan Pangan MBG

Kasus di Karanganyar menjadi pengingat penting mengenai pemeriksaan bahan pangan sebelum makanan MBG diberikan kepada penerima manfaat.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam operasional SPPG. BGN mewajibkan penerapan standar higiene, sanitasi, serta pengendalian risiko dalam pengelolaan makanan MBG.

Regulasi BGN juga mengatur pemeriksaan bahan baku ketika diterima SPPG. Pemeriksaan dapat mencakup verifikasi dokumen, informasi label, pemeriksaan organoleptik, suhu, pengujian cepat, hingga pemeriksaan higiene dan rantai dingin selama pengangkutan. Bahan pangan yang diterima harus dipastikan aman dan bebas dari potensi bahaya biologis, kimia, maupun fisik.

BGN juga telah menekankan pentingnya sertifikasi keamanan pangan bagi SPPG sebagai bagian dari upaya memastikan dapur memenuhi standar kelayakan fisik, sanitasi, serta prosedur pengolahan makanan.

Dengan demikian, langkah SPPG Jati menghentikan distribusi, memusnahkan bahan yang dicurigai bermasalah, menarik makanan sebagai tindakan pencegahan, serta mengganti pemasok sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam pengendalian keamanan pangan.

Editor : Mahendra Aditya
keamanan pangan MBG MBG Karanganyar SPPG Karanganyar ayam rempah MBG Makan Bergizi Gratis