Kampung Bahari Digerebek BNN, Loyalis Bandar Serang Aparat dengan Mercon hingga Gas Air Mata

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba

RADAR KUDUS - Penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berlangsung menegangkan. Operasi BNN pada Kamis (13/8/2026) berujung perlawanan dari loyalis bandar yang menyerang petugas menggunakan mercon dan petasan. Aparat kemudian menggunakan gas air mata untuk memukul mundur massa.

Operasi tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan seorang pria berinisial MR, yang disebut BNN sebagai salah satu bandar besar di Kampung Bahari sekaligus buronan dalam perkara narkotika sebelumnya. MR ditangkap setelah petugas melakukan pengintaian dan kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkoba.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan penangkapan MR dilakukan ketika tersangka sedang menjalani perawatan sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Dari penangkapan itu, petugas kemudian bergerak ke Kampung Bahari untuk melakukan pengembangan.

Situasi berubah ketika petugas hendak memasuki lokasi yang berkaitan dengan jaringan MR. Sejumlah loyalis disebut melakukan perlawanan dengan melempar dan menembakkan mercon serta petasan ke arah aparat. BNN bersama personel Brimob kemudian melakukan tindakan pengamanan dan membubarkan kelompok yang menghadang.

Peristiwa tersebut bukan kali pertama Kampung Bahari menjadi sasaran operasi besar pemberantasan narkoba. Pada November 2025, BNN bersama Polri mengerahkan sekitar 700 personel gabungan dalam rangkaian operasi di kawasan tersebut dan Kampung Ambon. Dalam operasi lanjutan pada 7 November 2025, aparat menyita sekitar 89,16 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai Rp1,46 miliar, serta tujuh pucuk senjata api.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Kampung Bahari telah lama menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius aparat terkait peredaran narkotika. BNN bahkan memasukkan Kampung Bahari dalam rangkaian operasi pemberantasan dan pemulihan kawasan rawan narkoba. Namun, lembaga tersebut juga menekankan bahwa penindakan harus berjalan beriringan dengan pemulihan masyarakat agar stigma terhadap kawasan tidak terus melekat.

Dalam operasi terbaru, aparat juga menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya jaringan narkoba dengan kemampuan finansial dan persenjataan. BNN menyita narkotika jenis ganja, uang tunai, telepon seluler, senjata api, amunisi, senjata tajam, serta sejumlah kendaraan.

Dari lokasi penindakan, aparat turut mengamankan kendaraan yang diduga berkaitan dengan tersangka. Salah satunya mobil BMW yang disebut disita ketika MR ditangkap di klinik kecantikan. Kendaraan lain, termasuk skuter Vespa dan sebuah mobil, diamankan dari sekitar lokasi operasi.

Yang membuat penangkapan MR semakin menarik perhatian adalah lokasi dan waktu penangkapannya. Ia tidak ditangkap ketika berada di sebuah rumah persembunyian, melainkan saat sedang menjalani prosedur estetika. Setelah penangkapan tersebut, BNN langsung mengembangkan informasi menuju Kampung Bahari.

MR sendiri dikaitkan dengan perkara kepemilikan 98 kilogram sabu pada November 2025. Statusnya sebagai buronan membuat penangkapan tersebut menjadi salah satu pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

Pengembangan perkara juga mengarah kepada sejumlah nama lain yang disebut BNN sebagai bandar besar di kawasan tersebut. Aparat melakukan penggeledahan terhadap sejumlah lokasi, termasuk kediaman orang yang dikenal dengan julukan Bos Gendut, serta lokasi yang dikaitkan dengan Arif alias Lopes dan Kimmul.

Menurut BNN, dari pengembangan terhadap salah satu tersangka lain, aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan narkotika dan senjata api. Petugas disebut menemukan indikasi adanya sabu sekitar 1 kilogram, ekstasi, cairan vape, uang tunai, serta senjata api jenis Glock di salah satu lokasi yang diperiksa.

BNN juga menduga sejumlah bandar di kawasan tersebut mempersiapkan senjata secara ilegal untuk menghadapi aparat. Selain persenjataan, mereka disebut memiliki loyalis yang dapat dikonsolidasikan ketika petugas melakukan penindakan.

Dampak operasi tidak hanya dirasakan di lokasi penggerebekan. Karena kawasan Kampung Bahari berdekatan dengan jalur rel, aktivitas masyarakat yang berkumpul di sekitar lintasan kereta sempat mengganggu perjalanan Commuter Line Tanjung Priok.

Kondisi tersebut menyebabkan perjalanan kereta dihentikan sementara demi keselamatan. Empat perjalanan Commuter Line dilaporkan mengalami keterlambatan sekitar 16 hingga 30 menit. Jalur kembali dinyatakan aman untuk dilalui pada sekitar pukul 07.01 WIB setelah petugas memastikan area rel telah steril.

Gangguan transportasi tersebut menunjukkan skala operasi yang berlangsung sejak dini hari cukup berdampak terhadap aktivitas warga di sekitar Kampung Bahari. Aparat harus mengamankan bukan hanya lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan, tetapi juga area publik yang berdekatan dengan jalur transportasi.

Perhatian terhadap Kampung Bahari sebenarnya telah berlangsung bertahun-tahun. Dokumen BNN mengenai kawasan rawan narkoba bahkan mencantumkan Kampung Bahari, Tanjung Priok, sebagai salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian.

Meski demikian, penanganan kawasan tersebut tidak semata-mata diarahkan pada operasi penangkapan. Pada Desember 2025, BNN menggelar kegiatan sosial dan pemulihan masyarakat di Kampung Bahari bersama sejumlah pihak. Program tersebut mencakup bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga kegiatan penguatan keterampilan warga sebagai bagian dari upaya mengubah citra kawasan.

Rangkaian kejadian terbaru kembali memperlihatkan kompleksitas pemberantasan narkoba di kawasan padat penduduk. Aparat tidak hanya berhadapan dengan tersangka dan barang bukti, tetapi juga jaringan loyalis, kondisi permukiman, serta aktivitas masyarakat yang berada di sekitar lokasi operasi.

Penangkapan MR menjadi bagian penting dari pengembangan perkara, tetapi BNN menegaskan operasi belum berhenti. Masih ada target lain yang diburu untuk mengurai jaringan narkoba di Kampung Bahari.

Dengan latar belakang penyitaan puluhan kilogram sabu dan sejumlah senjata dalam operasi sebelumnya, ditambah perlawanan terhadap petugas dalam penindakan terbaru, penggerebekan 13 Agustus 2026 menjadi sinyal bahwa jaringan narkoba di Kampung Bahari belum sepenuhnya terputus. Penangkapan satu bandar justru membuka jalan bagi aparat untuk mengejar aktor lain yang diduga berada di belakang jaringan tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
Kampung Bahari penggerebekan Kampung Bahari 2026 BNN Kampung Bahari MR bos narkoba narkoba Jakarta Utara