47 Alat WIM Kini Intai Truk ODOL di Jalan Tol, Target Zero ODOL 2027

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:17 WIB
TRUK ODOL: Pihak Dishub memberi toleransi kepada truk yang sudah terlanjur over dimensi. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
TRUK ODOL: Pihak Dishub memberi toleransi kepada truk yang sudah terlanjur over dimensi. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

RADAR KUDUS - Pemerintah memperketat pengawasan terhadap truk yang melanggar batas dimensi dan muatan di jalan tol. Sebanyak 47 unit Weight In Motion (WIM) kini telah terpasang dan siap digunakan untuk mendeteksi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) secara lebih terukur.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengapresiasi langkah Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) yang memasang perangkat tersebut di sejumlah ruas tol. Menurutnya, kehadiran WIM membuat pengawasan kendaraan angkutan barang lebih konsisten sekaligus menghasilkan data yang dapat ditelusuri.

“Sekarang pengawasannya jadi lebih konsisten dan tercatat dengan baik,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (12/8/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA.

Dari total 47 unit yang telah beroperasi, 38 WIM ditempatkan sebelum gerbang tol. Posisi ini memungkinkan kendaraan disaring sejak awal sebelum memasuki ruas tol. Sementara sembilan unit lainnya berada di jalur utama atau main road untuk memantau kendaraan selama perjalanan di jalan tol.

WIM merupakan teknologi yang dapat mengukur berat kendaraan ketika kendaraan tetap bergerak. Sistem ini memungkinkan data mengenai berat kendaraan dan beban sumbu dikumpulkan tanpa mengharuskan setiap truk berhenti di jembatan timbang konvensional. Dalam penerapannya, data tersebut dapat menjadi bagian dari sistem pengawasan kendaraan angkutan barang.

Penguatan teknologi tersebut menjadi penting karena kendaraan ODOL dinilai memberikan dampak langsung terhadap ketahanan infrastruktur jalan. Beban berlebih dapat mempercepat kerusakan jalan, meningkatkan kebutuhan pemeliharaan, sekaligus berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran distribusi logistik.

Kementerian PU bahkan telah menerbitkan pedoman teknis baru pada Juli 2026 yang mengatur instalasi, kalibrasi, validasi, dan operasional sistem WIM. Ada pula pedoman khusus mengenai pengumpulan data beban sumbu kendaraan secara dinamis. Langkah ini menunjukkan bahwa penggunaan WIM mulai diarahkan agar memiliki standar teknis dan kualitas data yang lebih terukur.

Pengawasan juga tidak berhenti pada pemasangan alat timbang dinamis. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendorong integrasi WIM dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sehingga data pelanggaran dapat mendukung proses penindakan berbasis teknologi.

Korlantas Polri sebelumnya juga menyatakan tengah memperkuat kesiapan teknologi ETLE-WIM sebagai bagian dari strategi menuju program Zero ODOL 2027.

Kementerian Perhubungan turut menjalankan uji coba pengawasan kendaraan angkutan barang menggunakan ETLE sejak Januari 2026. Sistem tersebut ditujukan untuk membuat penegakan hukum terhadap kendaraan ODOL lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

Target Zero ODOL 2027 juga menandai perubahan pendekatan pemerintah. Penertiban tidak lagi hanya diarahkan kepada sopir sebagai pihak yang berada di lapangan, tetapi harus melibatkan seluruh rantai distribusi angkutan barang. Pemilik kendaraan, perusahaan angkutan, hingga pemilik barang memiliki tanggung jawab memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi ketentuan dimensi dan kapasitas muatan.

Dody juga menekankan bahwa peningkatan pengawasan harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan jalan tol. Pemenuhan delapan substansi Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi kewajiban Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), bukan sekadar persyaratan administratif.

Pemerintah ingin manfaat pengawasan tersebut dirasakan langsung pengguna jalan. Jalan tol yang terjaga dari kerusakan akibat kendaraan dengan muatan berlebih diharapkan dapat memberikan perjalanan yang lebih aman, nyaman dan lancar, sekaligus membantu menjaga umur layanan aset infrastruktur.

Dengan 47 WIM yang telah beroperasi, pengawasan terhadap truk ODOL memasuki tahap yang semakin berbasis teknologi dan data. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil deteksi tersebut benar-benar terhubung dengan mekanisme penindakan yang konsisten hingga target Zero ODOL 2027 dapat diwujudkan.

Editor : Mahendra Aditya
truk ODOL 2026 WIM jalan tol Zero ODOL 2027 Weight In Motion ETLE WIM