Kebakaran Kembali Muncul di Kawasan Gunung Bromo, Akses Wisata Ditutup Total

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:28 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Dokumentasi BPBD Probolinggo)
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Dokumentasi BPBD Probolinggo)

RADAR KUDUS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Padahal, kebakaran sebelumnya sempat dinyatakan padam pada Senin (10/8).

Titik api terbaru terpantau di area pelataran Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (11/8). Lokasi tersebut masih berada dalam kawasan TNBTS.

Informasi yang dihimpun dari Jawa Pos Group menyebutkan, kemunculan api mulai diketahui sekitar pukul 05.00 WIB.

Kobaran api terlihat cukup besar dan menghasilkan kepulan asap tebal yang membakar kawasan perbukitan di sekitar lautan pasir, tepatnya di sisi barat Gunung Bromo.

Kondisi tersebut membuat akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo kembali ditutup sepenuhnya.

Tebalnya asap juga mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Salah seorang warga Desa Wonokitri, Sadi, mengaku memilih membatalkan aktivitasnya ke ladang karena kondisi jalan tertutup asap.

Ia semula berencana pergi ke ladang, namun kemudian mengurungkan niat karena khawatir dengan kondisi di sekitar lokasi.

"Rencananya mau ke ladang, tetapi karena ada kebakaran di kawasan Gunung Bromo, asap tebalnya menutupi jalan aspal. Saya pilih aman dan tidak jadi ke ladang," ujar Sadi, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (11/8).

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab munculnya titik api baru di pelataran Pusung Dhuwur.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada cukup dekat dengan area yang sebelumnya juga dilanda kebakaran, yakni kawasan Lembah Dingklik.

Tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap api yang dapat dijangkau.

Personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kemungkinan kobaran api meluas ke wilayah lain.

Selain medan yang cukup sulit, kepulan asap tebal turut menjadi kendala dalam proses pemadaman dan menghambat akses menuju sejumlah titik kebakaran.

Karhutla Bromo Sudah Terjadi Sejak Awal Agustus

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo sebelumnya mulai dilaporkan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Titik pertama berada di Blok Bantengan, yang termasuk wilayah Ranu Pani, Kabupaten Lumajang.

Sebagai langkah penanganan sekaligus untuk mendukung proses pemadaman, Balai Besar TNBTS kemudian melakukan penutupan sementara terhadap tiga jalur masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo.

Tiga pintu masuk yang lebih dulu ditutup adalah Jemplang dan Coban Trisula di wilayah Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Penutupan tersebut mulai diberlakukan pada Senin (3/8) pukul 22.00 WIB.

Namun, seiring perkembangan kondisi kebakaran, penutupan akses kemudian diperluas.

Mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo ditutup.

Dengan kebijakan tersebut, dua jalur masuk lainnya, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, turut ditutup.

Hingga kini, aktivitas wisata Gunung Bromo masih dihentikan dan belum ada kepastian kapan kawasan tersebut akan kembali dibuka.

Editor : Ali Mustofa
gunung bromo probolinggo karhutla kebakaran hutan