JAKARTA — Nama Destry Damayanti kini menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Jika mendapat persetujuan parlemen, Destry berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin BI secara definitif.
Presiden mengirimkan Surat Presiden (Surpres) berisi nama Destry kepada DPR pada Senin (10/8/2026). Sebelum diajukan sebagai calon gubernur definitif, Destry telah menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.
Reuters mencatat pencalonan tersebut membuat Destry menjadi kandidat kuat untuk menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia secara permanen.
Baca Juga: Destry Damayanti, Ekonom di Balik Bursa Kursi Gubernur BI: Dari Citibank hingga Bank Indonesia
Di balik posisi strategis tersebut, terdapat sejumlah fakta menarik mengenai perjalanan karier Destry yang membuat namanya diperhitungkan di sektor ekonomi dan keuangan.
1. Destry bukan orang baru di Bank Indonesia
Salah satu fakta penting tentang Destry adalah pengalamannya yang panjang di internal Bank Indonesia. Ia pertama kali dipercaya menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 untuk periode 2019-2024.
Kepercayaan tersebut berlanjut. Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior untuk periode 2024-2029. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Dengan demikian, ketika Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry bukan sekadar pejabat yang dipilih untuk mengisi kekosongan sementara. Ia merupakan pejabat senior yang sudah berada di jajaran pimpinan bank sentral selama bertahun-tahun.
Setelah pengunduran diri Perry, Destry kemudian menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Posisi tersebut membuatnya berada di garis depan dalam menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral sembari menunggu penetapan gubernur definitif.
Pengalaman panjang di BI juga menjadi salah satu alasan pencalonannya dipandang sebagai pilihan yang menawarkan kesinambungan kebijakan. Reuters melaporkan pasar melihat Destry sebagai figur yang berpengalaman dalam kebijakan bank sentral dan pasar keuangan.
2. Kariernya melintasi akademisi, pemerintahan hingga perbankan
Sebelum berada di jajaran elite Bank Indonesia, Destry telah melewati berbagai lingkungan profesional.
Destry merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University dalam bidang Regional Science.
Pengalaman profesionalnya pun cukup beragam. Bank Indonesia mencatat Destry pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003, kemudian menjalani aktivitas sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Langsung Menguat
Kariernya kemudian bergerak semakin dekat ke industri keuangan. Ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011 dan Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.
Destry juga memiliki pengalaman di sektor kebijakan publik. Ia pernah menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015 dan kemudian menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019.
Rangkaian pengalaman tersebut membuat rekam jejak Destry cukup lengkap. Ia pernah melihat perekonomian dari perspektif akademisi, analis pasar, perbankan, regulator dan akhirnya bank sentral.
3. Jika lolos DPR, Destry berpotensi mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin BI
Fakta paling menarik dari pencalonan Destry kali ini bukan hanya soal siapa yang akan menggantikan Perry Warjiyo.
Jika DPR menyetujui pencalonannya, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. Reuters menyebut pencalonannya sebagai langkah yang berpotensi membawa perempuan pertama ke posisi puncak bank sentral Indonesia.
Namun, jalan menuju posisi tersebut belum selesai. Status Destry saat ini masih sebagai calon tunggal yang diajukan Presiden. Ia harus menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR sebelum dapat ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Posisi tersebut tentu membawa tanggung jawab besar. Gubernur BI tidak hanya berhadapan dengan persoalan suku bunga, tetapi juga harus menjaga stabilitas rupiah, inflasi, sistem pembayaran serta stabilitas sistem keuangan.
Pencalonan Destry juga datang pada saat pasar membutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan bank sentral setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Reuters melaporkan pengajuan Destry turut disambut positif oleh pasar dan membantu mendorong penguatan rupiah pada perdagangan Senin (10/8/2026).
Di sisi lain, pengamat juga menyoroti tantangan menjaga independensi bank sentral. Destry dinilai memiliki pengalaman teknokratis yang kuat, tetapi pada saat yang sama kepemimpinan BI ke depan akan berada di tengah tuntutan untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi pemerintah.
Karena itu, perjalanan Destry menuju kursi Gubernur BI bukan sekadar cerita tentang pergantian pejabat. Ada tiga hal yang membuat sosoknya menarik: pengalaman panjang di dalam BI, karier lintas sektor ekonomi dan keuangan, serta peluang mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada DPR. Keputusan parlemen akan menentukan apakah Destry Damayanti benar-benar menjadi sosok yang menorehkan babak baru dalam sejarah Bank Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya