Jakarta – Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) PPPK Sekolah Rakyat 2026 memasuki tahap paling menentukan setelah pengumuman hasil Seleksi Kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Peserta yang berhasil masuk ke tahap ini kini harus menghadapi rangkaian ujian lanjutan yang menjadi penentu akhir kelulusan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Sekolah Rakyat.
Tahapan SKT menjadi perhatian karena tidak seluruh peserta CAT dapat melanjutkan ke fase berikutnya. Hanya peserta dengan peringkat terbaik sesuai ketentuan, maksimal dua kali jumlah formasi pada masing-masing jabatan, yang berhak mengikuti seleksi tambahan.
Berdasarkan jadwal resmi yang telah diperbarui oleh Kementerian Sosial, pelaksanaan SKT berlangsung pada 5–14 Agustus 2026. Sebelum pelaksanaan, peserta telah melalui proses penjadwalan pada 1–3 Agustus dan memperoleh informasi lokasi serta jadwal ujian melalui pengumuman yang dirilis pada 4 Agustus 2026.
Seluruh peserta diwajibkan terus memantau akun SSCASN dan mencetak kartu peserta sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kartu ujian menjadi dokumen wajib yang harus dibawa saat mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
Berbeda dengan CAT BKN yang menitikberatkan pada kompetensi dasar dan teknis, SKT dirancang untuk mengukur kesiapan calon guru maupun tenaga kependidikan dari sisi karakter, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan bekerja dalam lingkungan pendidikan berbasis pelayanan sosial.
Komponen penilaian SKT terdiri atas beberapa tahapan dengan bobot berbeda. Psikotes menjadi komponen terbesar dengan bobot sekitar 30 persen, disusul tes kemampuan Bahasa Inggris sebesar 10 persen, dan wawancara sekitar 10 persen. Nilai dari seluruh tahapan tersebut akan digabungkan sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia seleksi.
Psikotes menjadi perhatian utama karena dirancang untuk mengukur karakter, kestabilan emosi, integritas, kemampuan bekerja sama, pola pengambilan keputusan, serta kesiapan menghadapi tantangan di lingkungan pendidikan.
Dalam psikotes, peserta disarankan menjawab setiap pertanyaan secara konsisten. Tes semacam ini umumnya memiliki sejumlah pertanyaan dengan pola serupa yang bertujuan mengukur konsistensi sikap. Jawaban yang berubah-ubah dapat menunjukkan inkonsistensi karakter.
Selain itu, peserta juga dianjurkan mengedepankan sudut pandang sebagai pendidik. Sikap profesional, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta orientasi terhadap pelayanan kepada peserta didik menjadi aspek yang biasanya dinilai dalam berbagai instrumen psikologi kerja.
Kemampuan mengatur waktu juga menjadi faktor penting. Banyak jenis psikotes menggunakan batas waktu yang relatif singkat sehingga latihan mengerjakan soal secara cepat dan tepat dapat membantu meningkatkan performa saat ujian berlangsung.
Pada sesi Bahasa Inggris, peserta diperkirakan akan menghadapi materi yang mencakup tata bahasa (grammar), pemahaman bacaan (reading comprehension), hingga kemampuan memahami percakapan sederhana. Penguasaan materi dasar seperti tenses, subject-verb agreement, vocabulary, serta teknik membaca cepat (skimming dan scanning) menjadi bekal penting agar dapat menyelesaikan soal secara efektif.
Peserta juga disarankan membiasakan diri mendengarkan percakapan berbahasa Inggris melalui berbagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan listening apabila materi tersebut diujikan.
Tahapan berikutnya adalah wawancara yang umumnya dilakukan secara daring oleh tim profesional atau psikolog. Pada sesi ini, peserta akan dinilai dari kemampuan komunikasi, empati, penyelesaian masalah, hingga kesiapan menghadapi situasi nyata di lingkungan pendidikan.
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam menjawab pertanyaan berbasis pengalaman adalah metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini membantu peserta menyampaikan jawaban secara runtut, mulai dari menjelaskan situasi, tugas yang dihadapi, tindakan yang dilakukan, hingga hasil yang diperoleh.
Selain kemampuan menjawab pertanyaan, kesiapan teknis juga tidak kalah penting. Peserta perlu memastikan perangkat yang digunakan berfungsi dengan baik, koneksi internet stabil, kamera dan mikrofon bekerja normal, serta memilih ruangan yang tenang selama proses wawancara daring.
Berdasarkan jadwal seleksi, setelah pelaksanaan SKT selesai pada 14 Agustus 2026, panitia akan melakukan pengolahan nilai pada 15–21 Agustus 2026. Hasil kelulusan dijadwalkan diumumkan pada 22 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan masa sanggah pada 23 Agustus sebelum pengumuman akhir pascasanggah pada 27 Agustus 2026.
Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan memasuki tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), pemberkasan, hingga proses penetapan Nomor Induk PPPK sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan persaingan yang semakin ketat pada tahap akhir seleksi, persiapan menyeluruh menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Selain memperkuat kemampuan akademik, peserta juga perlu menjaga kondisi fisik, kesehatan mental, serta terus mengikuti seluruh informasi resmi melalui portal SSCASN BKN dan Kementerian Sosial agar tidak tertinggal setiap tahapan administrasi.
Editor : Mahendra Aditya