Kunaefi Dicari Istri, Sehari Kemudian Dilaporkan Hilang hingga Identitas Korban Mutilasi Depok Terungkap

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

DEPOK – Misteri identitas pria yang ditemukan tewas dalam kondisi tidak utuh di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Kunaefi, warga Cipayung, Depok.

Yang menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus tersebut adalah laporan orang hilang yang dibuat oleh istri korban.

Sebelum jasadnya ditemukan, Kunaefi ternyata sudah dicari keluarganya karena tidak kunjung pulang. Istrinya kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Metro Depok pada 25 Juli 2026.

Laporan itu dibuat sehari setelah karung berisi jasad korban disebut telah berada di kawasan Tanah Merah.

Baca Juga: NGERI! Cuma 3,7 Km dari Lokasi Jasad, Kontrakan Terduga Pelaku Mutilasi Depok Kini Dipasangi Garis Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan laporan orang hilang tersebut kemudian menjadi salah satu informasi penting dalam proses identifikasi korban.

Jasad Kunaefi sendiri baru ditemukan warga pada Selasa, 4 Agustus 2026. Sebelumnya, karung yang berada di lahan tersebut tidak langsung menimbulkan kecurigaan karena kawasan itu memang dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah.

Warga sempat mengira karung tersebut hanya berisi sampah. Kondisi berubah ketika karung itu dibakar dan warga mendapati adanya sesuatu yang mencurigakan di dalamnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas dari Polsek Pancoran Mas bersama tim Inafis Polres Metro Depok langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

Dari proses identifikasi, laporan orang hilang, keterangan sejumlah saksi, serta penyelidikan lebih lanjut, polisi akhirnya dapat memastikan identitas korban.

Pada saat yang sama, penyelidikan bergerak untuk mencari orang yang diduga bertanggung jawab atas kematian Kunaefi.

Polisi kemudian mengarah kepada seorang pria bernama Saepul atau SA, berusia 26 tahun. Ia diketahui mengenal Kunaefi melalui media sosial sebelum keduanya sepakat bertemu.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. Menurut keterangan kepolisian, pertemuan itu kemudian diwarnai cekcok yang berujung pada tindakan kekerasan.

Polisi menyebut korban dibunuh menggunakan senjata tajam. Setelah itu, tubuh korban dipotong dan dibungkus menggunakan plastik hitam serta karung sebelum dibuang ke kawasan Tanah Merah.

Sementara itu, bagian kedua kaki korban disebut dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Rangkaian tersebut membuat kasus ini tidak berhenti pada penemuan jasad. Polisi juga menelusuri perjalanan pelaku setelah kejadian, termasuk keberadaan sepeda motor milik korban.

Dalam perkembangan penyidikan, polisi menyebut Saepul membawa sepeda motor Kunaefi ke wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, kemudian menjual kendaraan tersebut. Informasi mengenai kendaraan itu menjadi salah satu bagian yang ditelusuri penyidik dalam mengungkap pergerakan pelaku setelah kejadian.

Saepul akhirnya ditangkap oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut penangkapan dilakukan sekitar pukul 04.15 WIB.

“Masih kami kembangkan,” kata Iman mengenai penyidikan kasus tersebut.

Dengan penangkapan tersebut, penyidik kini memiliki kesempatan untuk mencocokkan keterangan Saepul dengan hasil pemeriksaan lokasi, keterangan saksi, serta bukti-bukti lain yang telah dikumpulkan.

Jasad Kunaefi juga telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi. Pemeriksaan forensik diperlukan untuk memperjelas penyebab kematian serta membantu penyidik menyusun rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Kasus ini menjadi perhatian karena rentang waktunya memperlihatkan bagaimana korban sempat berstatus sebagai orang hilang sebelum identitasnya diketahui. Pada 24 Juli, karung berisi jasad disebut sudah berada di kawasan Tanah Merah. Sehari setelahnya, istri Kunaefi melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang kepada polisi.

Hampir dua pekan kemudian, tepatnya 4 Agustus, warga baru menyadari bahwa karung yang sebelumnya dianggap sebagai sampah ternyata berisi jasad manusia.

Dari sinilah rangkaian penyelidikan bergerak cepat. Identitas korban dapat diketahui melalui kombinasi hasil identifikasi, laporan orang hilang, keterangan saksi, dan penelusuran polisi. Setelah identitas korban terungkap, penyidik kemudian mengembangkan informasi tersebut hingga berhasil mengamankan Saepul di Pandeglang.

Polisi masih mendalami motif dan seluruh rangkaian kejadian yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut. Sejumlah laporan menyebut peristiwa bermula dari cekcok antara korban dan Saepul setelah keduanya bertemu melalui media sosial, tetapi penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka.

Karena proses penyidikan masih berlangsung, detail mengenai hubungan antara Kunaefi dan Saepul serta motif lengkap pembunuhan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan awal. Fakta-fakta tersebut masih harus diuji melalui pemeriksaan tersangka, saksi, barang bukti, dan hasil forensik.

Bagi keluarga korban, laporan orang hilang yang semula dibuat karena Kunaefi tidak kunjung pulang akhirnya menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap siapa pria yang ditemukan tewas dalam karung di Tanah Merah.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana laporan orang hilang dapat menjadi bagian penting dalam proses identifikasi ketika seseorang ditemukan dalam kondisi yang menyulitkan pengenalan. Dalam perkara Kunaefi, informasi dari keluarga kemudian bertemu dengan hasil identifikasi kepolisian hingga teka-teki mengenai identitas korban terpecahkan.

Saat ini, Saepul telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap keseluruhan fakta di balik kematian Kunaefi, termasuk rangkaian kejadian di kontrakan Cipayung, proses pembuangan jasad, keberadaan bagian tubuh korban lainnya, hingga perjalanan sepeda motor milik korban ke Pandeglang.

Editor : Mahendra Aditya
mutilasi Depok Tanah Merah Depok Kunaefi korban mutilasi Saepul pelaku mutilasi korban mutilasi Depok