5 Korban KM Mutiara Sentosa 2 Tewas Bukan karena Api, Ini Hasil Pemeriksaan Forensik

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Ilustrasi meninggal dunia (DOK RADAR KUDUS)
Ilustrasi meninggal dunia (DOK RADAR KUDUS)

SURABAYA – Hasil pemeriksaan forensik mengungkap fakta penting di balik kematian lima korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kelima korban yang telah berhasil diidentifikasi ternyata tidak meninggal akibat luka bakar.

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol Wahono Edhi P mengatakan, hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan tim forensik RS Bhayangkara Surabaya menunjukkan sebagian besar korban mengalami gangguan pernapasan setelah menghirup asap. Kondisi tersebut kemudian mendorong korban melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Masalah muncul ketika kondisi fisik korban sudah melemah. Setelah terjun ke laut, sebagian korban diduga kehilangan kesadaran atau tidak mampu mempertahankan diri di permukaan air hingga akhirnya tenggelam.

“Dari hasil pemeriksaan kami, rekan-rekan forensik, kelima korban ini rata-rata ada yang sesak napas karena asap, kemudian dia lompat. Karena sesak napas, lompat, kesadarannya tidak bagus sehingga tenggelam,” kata Wahono di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).

Menurut Wahono, terdapat pula korban yang meninggal setelah mengalami kelelahan di dalam air. Kondisi tubuh yang sudah lemah sejak awal, ditambah kemungkinan banyak menelan air laut, membuat kemampuan korban untuk bertahan hidup semakin menurun.

“Tidak ada yang meninggal karena luka bakar,” tegasnya.

Temuan tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai tragedi kebakaran kapal tersebut. Kobaran api memang menjadi awal situasi darurat, tetapi pada sejumlah korban, ancaman paling mematikan justru terjadi setelah mereka berusaha menyelamatkan diri dari kapal.

Asap tebal dapat membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan secara normal. Dalam kondisi darurat di tengah laut, situasi tersebut semakin berbahaya karena korban harus menghadapi air, jarak dari kapal, serta kemungkinan kelelahan setelah berusaha menyelamatkan diri.

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 terjadi di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan tim SAR gabungan. Basarnas bersama unsur terkait terus melakukan evakuasi serta pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan.

Tim DVI Polda Jawa Timur kemudian melakukan proses identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan. Lima korban berhasil diidentifikasi menggunakan kombinasi metode primer dan sekunder, termasuk sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis, visual, serta barang milik korban.

Kelima korban yang telah teridentifikasi yakni Sri Indratmo Wijaya, laki-laki berusia 47 tahun, warga Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, medis, dan properti korban.

Korban kedua adalah Siti Fatimah, perempuan berusia 57 tahun, warga Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Proses identifikasi menggunakan sidik jari sebagai data primer, ditambah data gigi, medis, visual, dan barang kepemilikan.

Korban berikutnya bernama Sari Sukoco, laki-laki sekitar 39 tahun, warga Kauman, Tulungagung, Jawa Timur. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari dan gigi sebagai data primer serta data medis, visual, dan properti.

Korban keempat adalah Rino Eka Putra, laki-laki sekitar 48 tahun, warga Koto Sumpur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Korban dikenali berdasarkan sidik jari, serta diperkuat data medis dan visual.

Sementara korban kelima adalah Yedi Hendrawan, laki-laki sekitar 63 tahun, warga Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari dan diperkuat dengan data gigi, medis, serta visual.

Identifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan pascakecelakaan. Selain memastikan identitas korban, pemeriksaan forensik juga membantu memberikan gambaran mengenai kondisi yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Dalam kasus KM Mutiara Sentosa 2, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak adanya korban yang meninggal akibat luka bakar. Faktor utama yang ditemukan justru berkaitan dengan dampak asap dan kondisi korban setelah berada di laut.

Kombinasi sesak napas, kehilangan kesadaran, kelelahan, dan kemungkinan banyak menelan air laut menjadi rangkaian kondisi yang membuat sebagian korban tidak mampu bertahan.

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan betapa cepat situasi darurat di kapal dapat berubah. Ketika api dan asap menyebar, penumpang dihadapkan pada pilihan menyelamatkan diri dari kapal atau bertahan di tengah kondisi yang sama-sama berisiko.

Operasi pencarian dan evakuasi pun terus menjadi perhatian setelah insiden tersebut. Tim SAR gabungan masih melakukan upaya untuk memastikan seluruh korban yang terdampak dapat ditemukan dan ditangani.

Bagi keluarga korban, proses identifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan jenazah dapat segera dipulangkan dan diserahkan kepada keluarga. Sementara bagi aparat, pemeriksaan forensik menjadi bagian dari upaya mengungkap secara lebih jelas rangkaian kejadian dalam kecelakaan tersebut.

Hasil pemeriksaan lima jenazah kini memberikan satu fakta utama: api bukan penyebab langsung kematian kelima korban yang telah diidentifikasi. Asap, kondisi darurat yang memaksa korban meninggalkan kapal, serta ketidakmampuan bertahan di laut menjadi faktor yang disebut tim forensik dalam kematian para korban.

Penyebab pasti kebakaran kapal sendiri merupakan persoalan berbeda yang masih perlu didalami oleh pihak berwenang. Karena itu, hasil pemeriksaan penyebab kematian korban tidak serta-merta menjelaskan sumber awal munculnya api di KM Mutiara Sentosa 2.

Tragedi ini menyisakan pekerjaan besar bagi tim SAR dan aparat terkait, terutama dalam memastikan seluruh korban terdata, pencarian dilakukan secara maksimal, serta rangkaian kecelakaan dapat ditelusuri secara menyeluruh.

Editor : Mahendra Aditya
KM Mutiara Sentosa 2 kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 korban KM Mutiara Sentosa 2 penyebab korban meninggal kebakaran kapal Sumenep