Tangis dan Cemas di Tanjung Perak, Keluarga Penumpang Mutiara Sentosa 2 Menunggu Kepastian

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang sudah dievakuasi.
Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang sudah dievakuasi

SURABAYA — Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berubah menjadi tempat penantian penuh kecemasan pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Keluarga penumpang KM Mutiara Sentosa 2 berdatangan untuk mencari kepastian mengenai nasib orang-orang terdekat mereka setelah kapal tersebut terbakar di perairan utara Madura.

Sebagian keluarga mengaku kesulitan memperoleh informasi secara langsung. Mereka berusaha mendapatkan kabar dari petugas, memantau perkembangan operasi pencarian, hingga mengikuti informasi yang beredar melalui media sosial.

Situasi itu membuat suasana di Pelabuhan Tanjung Perak semakin emosional. Bagi keluarga yang belum mengetahui keberadaan kerabatnya, setiap pembaruan dari tim pencarian menjadi informasi yang sangat dinantikan.

Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar ketika dalam perjalanan dari Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang dikutip Associated Press, kapal tersebut membawa 271 orang, terdiri dari 232 penumpang dan 39 awak kapal. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Minggu pagi di perairan sekitar Madura.

Laporan awal menyebut api mulai muncul sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Setelah laporan diterima, operasi pencarian dan pertolongan langsung digerakkan. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu mengevakuasi penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.

Dalam kondisi kapal terbakar, sebagian penumpang terlihat mengenakan jaket pelampung dan meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri. Sejumlah korban kemudian dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, proses pencarian tidak berlangsung mudah. Kondisi laut dan situasi di sekitar lokasi menjadi salah satu tantangan bagi tim penyelamat. Di tengah operasi tersebut, sejumlah penumpang masih belum diketahui keberadaannya.

Data korban juga mengalami perubahan seiring proses evakuasi dan pencarian berlangsung. Laporan yang diterbitkan pada 2 Agustus menyebut 225 orang telah dievakuasi, lima orang meninggal dunia, sementara 41 orang masih belum ditemukan.

Perbedaan angka dengan pembaruan awal yang beredar di lapangan menunjukkan bahwa pendataan korban masih terus dilakukan. Karena itu, jumlah korban dan orang yang belum ditemukan perlu mengacu pada pembaruan resmi terbaru dari Basarnas, bukan semata-mata informasi yang beredar di media sosial.

Ketidakpastian tersebut menjadi salah satu alasan keluarga terus berdatangan ke Tanjung Perak.

Salah seorang keluarga penumpang, Devi, mengaku baru mengetahui adanya insiden tersebut setelah melihat siaran langsung di media sosial. Suaminya, Deni Vristiawan, 39 tahun, disebut berada di dalam kapal bersama lima rekannya.

Kabar yang diperoleh keluarga tidak selalu datang melalui saluran resmi secara langsung. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga berusaha mencari informasi dengan berbagai cara, termasuk mendatangi pelabuhan tempat proses penanganan korban dilakukan.

Kekhawatiran juga dirasakan keluarga penumpang yang disebut belum tercatat dalam manifes. Salah satunya adalah Samparia, warga Makassar. Persoalan pendataan seperti ini menjadi semakin penting dalam situasi darurat karena manifes menjadi salah satu dasar untuk melakukan pencocokan identitas penumpang.

Kasus tersebut juga berdampak kepada pekerja yang berada di kapal untuk kepentingan pengiriman barang dan ternak. Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi, mengatakan sejumlah pekerjanya ikut dalam perjalanan tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, empat pekerjanya telah diketahui selamat, sementara satu orang lainnya masih dicari.

Di sisi lain, operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan. Evakuasi tidak hanya mengandalkan kapal SAR, tetapi juga memanfaatkan kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Korban yang berhasil ditemukan kemudian dibawa menuju sejumlah titik evakuasi dan pelabuhan yang telah ditentukan.

Tanjung Perak menjadi salah satu titik penting dalam penanganan korban karena kapal tersebut berangkat dari Surabaya. Sejumlah fasilitas medis juga dipersiapkan untuk menerima korban yang membutuhkan penanganan.

Rumah Sakit PHC Surabaya menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang disiapkan sebagai rujukan. Mobil jenazah juga disiagakan untuk mengantisipasi kedatangan korban meninggal dunia.

Kebakaran Mutiara Sentosa 2 sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya kecepatan pendataan dalam kecelakaan transportasi laut. Ketika jumlah penumpang yang berada di kapal belum sepenuhnya terkonfirmasi, keluarga menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari ketidakpastian tersebut.

Data terbaru yang dikutip AP menyebut kapal membawa total 271 orang. Angka itu lebih tinggi dibandingkan informasi awal yang menyebut jumlah penumpang sekitar 250 orang. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa proses verifikasi manifes menjadi bagian penting dalam operasi pencarian.

Kapal tersebut diketahui melayani perjalanan Surabaya–Makassar. Data historis mengenai Mutiara Sentosa 2 juga menunjukkan kapal tersebut dioperasikan PT Atosim Lampung Pelayaran dan pernah digunakan untuk rute Surabaya–Makassar.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Otoritas masih memprioritaskan penyelamatan dan pencarian korban sebelum menentukan penyebab pasti insiden.

Di Pelabuhan Tanjung Perak, keluarga masih menunggu. Sebagian berharap kerabat mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sebagian lainnya terus menunggu daftar korban yang telah dievakuasi dan proses identifikasi.

Bagi mereka, operasi SAR bukan sekadar angka dalam laporan. Setiap nama yang berhasil ditemukan berarti berakhirnya penantian satu keluarga.

Karena itu, di tengah pencarian korban Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura, perhatian keluarga kini tertuju pada satu hal: kepastian mengenai nasib orang-orang yang mereka cintai.

Editor : Mahendra Aditya
KM Mutiara Sentosa 2 Mutiara Sentosa 2 terbakar kebakaran kapal Madura Pelabuhan Tanjung Perak korban Mutiara Sentosa 2