SUMENEP – Operasi penyelamatan korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, berlangsung dramatis.
Berkat respons cepat tim SAR bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, ratusan penumpang berhasil dievakuasi meski empat orang dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan data terbaru Kantor SAR Surabaya hingga Minggu (2/8/2026) pukul 15.15 WIB, sebanyak 222 orang telah berhasil dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, 218 orang selamat, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia.
Enam Kapal Dikerahkan Menyelamatkan Korban
Evakuasi tidak hanya dilakukan oleh Basarnas dan aparat gabungan, tetapi juga melibatkan kapal-kapal niaga yang sedang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Kehadiran mereka menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelamatan korban di tengah kondisi darurat.
Berikut rincian hasil evakuasi masing-masing kapal:
- KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 korban, terdiri dari 109 orang selamat dan 2 orang meninggal dunia.
- TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 korban, terdiri dari 65 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
- KM Transco Arafura berhasil menyelamatkan 17 orang.
- KM Meratus Project 3 mengevakuasi 14 korban, terdiri dari 13 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
- KM Prakarsa Mas menyelamatkan 7 orang.
- KM SC Aila XVII mengevakuasi 7 orang.
Total keseluruhan korban yang berhasil dievakuasi mencapai 222 orang.
Kebakaran Terjadi Pagi Hari
Insiden kebakaran terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat KM Mutiara Sentosa 2 berlayar di perairan utara Sumenep.
Kapal Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu diketahui mengangkut sekitar 232 penumpang, yang sebagian besar merupakan sopir dan kernet kendaraan logistik.
Saat api membesar, penumpang berusaha menyelamatkan diri menggunakan pelampung sambil menunggu bantuan datang dari kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.
Posko dan Pendataan Korban
Untuk memudahkan koordinasi, pemerintah bersama Basarnas mendirikan posko darurat di Pelabuhan Kalianget.
Seluruh korban yang berhasil diselamatkan menjalani pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, serta penanganan medis apabila mengalami luka atau kelelahan.
Sementara itu, korban meninggal dunia menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Investigasi Penyebab Kebakaran
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh otoritas pelayaran dan aparat terkait.
Investigasi akan menelusuri sumber api, kondisi kapal sebelum berlayar, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Basarnas dan instansi terkait juga masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang sesuai manifest untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.
Operasi pencarian akan terus dilakukan apabila masih terdapat selisih data antara jumlah penumpang dan korban yang telah dievakuasi.
Editor : Mahendra Aditya