Profil Lengkap Bachtiar Aly: Mantan Dubes RI, Anggota DPR, hingga Penasihat Ahli Kapolri yang Kini Berpulang

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:30 WIB
Mengenang Bachtiar Aly, Akademisi dan Diplomat Senior yang Berjasa di Dunia Komunikasi Indonesia.
Mengenang Bachtiar Aly, Akademisi dan Diplomat Senior yang Berjasa di Dunia Komunikasi Indonesia.

RADAR KUDUS - Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting di bidang komunikasi, diplomasi, dan pendidikan. Prof. Dr. Bachtiar Aly, M.A., mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, dikabarkan wafat pada Minggu, 26 Juli 2026, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian Bachtiar Aly meninggalkan duka mendalam bagi kalangan akademisi, diplomat, hingga pemerintahan. Sosok kelahiran Banda Aceh, 21 Desember 1949, ini dikenal sebagai intelektual yang memiliki dedikasi panjang dalam membangun diplomasi Indonesia sekaligus mengembangkan ilmu komunikasi di Tanah Air.

Perjalanan pendidikan Bachtiar Aly dimulai dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tempat ia menempuh studi di bidang publisistik atau ilmu komunikasi. Semangat akademiknya kemudian membawanya melanjutkan pendidikan pascasarjana di Jerman hingga meraih gelar doktor pada 1983 dengan fokus kajian komunikasi politik dan media.

Baca Juga: Innalillahi, Prof. Bachtiar Aly Mantan Dubes RI untuk Mesir Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Diplomat Senior

Sepanjang karier akademiknya, Bachtiar Aly menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia. Ia dipercaya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia serta pernah menjabat Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI.

Di lingkungan kampus, ia dikenal aktif melahirkan berbagai karya ilmiah, buku, serta penelitian yang membahas komunikasi politik, media massa, hubungan internasional, hingga diplomasi.

Kontribusinya tidak berhenti di ruang kuliah. Bachtiar Aly juga menjadi pembicara dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang membahas komunikasi publik, tata kelola pemerintahan, serta hubungan antarnegara.

Pada 2024, ia tercatat sebagai editor buku Diplomasi Indonesia: Mozaik Dinamika Diplomasi, sebuah karya yang mengulas perjalanan diplomasi Indonesia dari berbagai perspektif.

Baca Juga: Tragis! Istri Meninggal Usai Diduga Jadi Korban KDRT, Suami Resmi Ditahan Polres Luwu Timur

Karier diplomatik Bachtiar Aly mencapai puncaknya ketika dipercaya Presiden Republik Indonesia sebagai Duta Besar RI untuk Mesir merangkap Somalia dan Djibouti pada periode 2002–2005. Dalam masa tugas tersebut, ia berperan mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan Mesir, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, perdagangan, serta pembinaan masyarakat Indonesia yang menetap di kawasan Timur Tengah.

Hubungan Indonesia dan Mesir memiliki nilai historis yang kuat. Mesir merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947.

Karena itu, peran Bachtiar Aly sebagai duta besar dinilai strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kerja sama kedua negara, termasuk mendukung mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo.

Selain menjadi diplomat, Bachtiar Aly juga aktif di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPR/MPR pada masa Reformasi dan kembali duduk sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dari Partai NasDem mewakili Daerah Pemilihan Aceh I. Selama bertugas di parlemen, ia dipercaya menjadi anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, informatika, serta intelijen.

Pengalaman panjang di bidang komunikasi dan keamanan nasional membuat Bachtiar Aly juga dipercaya menjadi penasihat ahli Kapolri. Dalam kapasitas tersebut, ia memberikan berbagai masukan mengenai strategi komunikasi publik, penguatan hubungan institusi dengan masyarakat, serta isu-isu kebijakan nasional.

Rekan-rekan sejawat mengenalnya sebagai sosok yang santun, kritis, dan memiliki wawasan luas. Ia kerap menekankan pentingnya diplomasi sebagai instrumen membangun perdamaian, sekaligus mengingatkan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Baca Juga: Viral Anak Menangis Kehilangan Ayah di Bali, Deretan Selebritas Kompak Serukan Stop Main Hakim Sendiri

Warisan intelektual Bachtiar Aly tidak hanya berupa jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga pemikiran yang terus menjadi rujukan di dunia akademik. Berbagai tulisan dan gagasannya mengenai komunikasi politik, diplomasi, serta hubungan internasional masih banyak digunakan sebagai referensi oleh mahasiswa, peneliti, hingga praktisi pemerintahan.

Kepergian Bachtiar Aly menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai akademisi yang konsisten mengembangkan ilmu pengetahuan, diplomat yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, serta negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan bangsa.

Jejak pengabdian yang ditinggalkannya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
Bachtiar Aly Profil Bachtiar Aly Bachtiar Aly meninggal dunia Mantan Dubes RI Mesir Guru Besar Universitas Indonesia