RADAR KUDUS - Kawasan Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilanda kebakaran pada Minggu (26/7/2026). Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah video yang direkam warga memperlihatkan kobaran api membakar vegetasi di lereng gunung dan beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dari rekaman yang beredar, api terlihat muncul di sedikitnya dua titik berbeda di kawasan lereng Gunung Guntur. Kepulan asap putih membumbung tinggi ke udara dan dilaporkan dapat terlihat dari jarak sekitar lima kilometer, sehingga menarik perhatian masyarakat di sejumlah wilayah sekitar Garut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai luas area yang terdampak kebakaran maupun tingkat kerusakan vegetasi. Aparat terkait bersama unsur penanggulangan bencana masih melakukan pemantauan untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi titik-titik api yang masih aktif.
Penyebab kebakaran juga masih dalam tahap penyelidikan. Otoritas belum dapat memastikan apakah api dipicu oleh faktor alam, seperti cuaca kering dan hembusan angin, atau akibat aktivitas manusia. Proses investigasi dilakukan untuk memperoleh penyebab pasti sebelum disampaikan kepada publik.
Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim kemarau. Pada periode tersebut, vegetasi yang mengering menjadi lebih mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi angin yang cukup kencang juga berpotensi mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan pegunungan dengan kontur yang curam.
Gunung Guntur yang memiliki ketinggian sekitar 2.249 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Garut. Gunung ini dikenal memiliki jalur pendakian yang menantang serta ekosistem hutan yang menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, kebakaran di kawasan tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan apabila tidak segera dikendalikan.
Baca Juga: Tragis! Istri Meninggal Usai Diduga Jadi Korban KDRT, Suami Resmi Ditahan Polres Luwu Timur
Selain mengancam vegetasi, kebakaran hutan juga dapat menimbulkan dampak lain seperti menurunnya kualitas udara, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Jika meluas, kebakaran juga berpotensi merusak habitat satwa liar yang hidup di kawasan konservasi sekitar Gunung Guntur.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kebakaran demi alasan keselamatan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api baru, seperti membakar sampah atau menyalakan api unggun di kawasan hutan. Pendaki juga diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan memastikan tidak meninggalkan bara api maupun puntung rokok yang masih menyala.
Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di Gunung Guntur. Informasi terbaru mengenai penyebab kebakaran, luas area terdampak, maupun proses penanganan akan disampaikan setelah hasil pendataan dan penyelidikan selesai dilakukan oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan selama musim kemarau. Kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi faktor utama untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya