Innalillahi, Prof. Bachtiar Aly Mantan Dubes RI untuk Mesir Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Diplomat Senior

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:25 WIB

 

Kabar Duka! Guru Besar UI dan Mantan Dubes RI Prof. Bachtiar Aly Meninggal Dunia.
Kabar Duka! Guru Besar UI dan Mantan Dubes RI Prof. Bachtiar Aly Meninggal Dunia.

RADAR KUDUS - Kabar duka menyelimuti dunia akademik dan diplomasi Indonesia. Prof. Dr. Bachtiar Aly, M.A., mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, merangkap Somalia dan Djibouti, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam, 26 Juli 2026, setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Berdasarkan informasi yang beredar dari pihak keluarga dan kolega, Bachtiar Aly mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada sekitar pukul 20.25–20.45 WIB.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, civitas akademika, serta berbagai kalangan yang pernah bekerja sama dengannya selama puluhan tahun.

Baca Juga: Viral Anak Menangis Kehilangan Ayah di Bali, Deretan Selebritas Kompak Serukan Stop Main Hakim Sendiri

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh, akademisi, hingga mantan diplomat yang mengenal kiprahnya. Mereka mengenang Bachtiar Aly sebagai sosok intelektual, pendidik, sekaligus negarawan yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu komunikasi dan hubungan internasional Indonesia.

Lahir di Banda Aceh pada 21 Desember 1949, Bachtiar Aly dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia pendidikan tinggi maupun pemerintahan. Ia merupakan salah satu Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) serta mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Selama menjadi akademisi, ia banyak melahirkan pemikiran mengenai komunikasi politik, diplomasi, hubungan internasional, media, hingga kebijakan publik.

Baca Juga: Pogacar Ukir Sejarah! Juara Tour de France Kelima, Van der Poel Menangi Etape Penutup di Paris

Di bidang diplomasi, Bachtiar Aly dipercaya pemerintah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir yang juga merangkap Somalia dan Djibouti pada periode 2002–2005.

Penugasan tersebut menempatkannya sebagai representasi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Timur.

Selama menjalankan tugas sebagai duta besar, ia berperan dalam mempererat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, investasi, hingga hubungan sosial budaya.

Mesir sendiri merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan karena menjadi tujuan ribuan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Universitas Al-Azhar dan berbagai perguruan tinggi lainnya.

Selain berkiprah di dunia diplomasi, Bachtiar Aly juga pernah dipercaya menjadi penasihat ahli Kapolri. Pengalamannya dalam bidang komunikasi strategis membuatnya kerap dilibatkan dalam berbagai pembahasan terkait kebijakan publik, keamanan, dan hubungan kelembagaan.

Reputasinya sebagai akademisi tidak hanya dikenal melalui aktivitas mengajar, tetapi juga melalui berbagai seminar, penelitian, penulisan ilmiah, dan pembinaan generasi muda. Banyak mahasiswa, peneliti, serta praktisi komunikasi yang menjadikan pemikiran dan karya-karyanya sebagai referensi dalam pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.

Kepergian Bachtiar Aly menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan nasional. Sosoknya dikenal sebagai pengajar yang aktif mendorong lahirnya pemikiran kritis, sekaligus menjembatani hubungan antara dunia akademik dan praktik pemerintahan.

Hingga berita ini disusun, pihak keluarga belum menyampaikan secara rinci mengenai jadwal pemakaman maupun prosesi penghormatan terakhir. Sejumlah kolega dan institusi tempat almarhum pernah mengabdi diperkirakan akan memberikan penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa.

Kepergian Prof. Bachtiar Aly tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi Indonesia atas sosok diplomat, cendekiawan, dan pendidik yang selama puluhan tahun mengabdikan ilmu serta pengalamannya untuk kemajuan bangsa.

Warisan pemikiran, karya akademik, dan kontribusinya dalam memperkuat diplomasi Indonesia akan tetap dikenang oleh generasi penerus.

Editor : Mahendra Aditya
Bachtiar Aly Dubes RI Mesir Prof Bachtiar Aly meninggal diplomat Indonesia universitas indonesia