RADAR KUDUS — Duka mendalam menyelimuti jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, ditemukan meninggal dunia di dalam unit huniannya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3, Tower 6, Lantai 1, Kamar 102, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (25/7/2026) siang.
Penemuan jenazah sosok figur penting dalam sosialisasi pembangunan IKN tersebut langsung ditangani oleh jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) IKN guna memastikan kronologi serta penyebab pasti kematian.
Kronologi Penemuan: Pintu Terkunci dari Dalam
Kapolresta IKN, Kombes Pol Supriyanto, membeberkan bahwa laporan awal mengenai kondisi almarhum pertama kali diterima oleh pihak kepolisian dari jajaran Otorita IKN dan masyarakat setempat sekitar pukul 13.47 WITA.
Penyelidikan berawal saat petugas kebersihan rusun hendak menjalankan tugas rutin pembersihan ruangan, namun tidak mendapatkan respons dari dalam unit hunian almarhum.
“Saat petugas kebersihan hendak membersihkan ruangan, pintu kamar tidak bisa dibuka. Sudah diketok beberapa kali tidak ada respons.
Kami lalu berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membuka akses masuk,” ujar Kombes Pol Supriyanto dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Petugas gabungan akhirnya mengambil keputusan untuk mengamankan dan membuka akses masuk melalui jendela kamar.
Dari luar jendela, petugas mendapati Troy Pantouw sudah berada dalam kondisi tidak bernyawa.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolresta IKN menegaskan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan fisik luar pada tubuh almarhum, petugas tidak menemukan adanya unsur atau indikasi tindak pidana maupun tindakan kekerasan dari pihak luar.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari rekan kerja dan saksi sekitar, almarhum Troy Pantouw diketahui sempat mengeluhkan riwayat gangguan kesehatan pada saluran pencernaan (sakit lambung) dalam tiga hari terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Wafatnya Troy Pantouw meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Otorita IKN serta insan pers nasional, mengingat peran aktif dan dedikasinya dalam mengawal komunikasi publik terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara. (*)