RADAR KUDUS — Perum Bulog berupaya mempercepat penyerapan beras lokal pada bulan Juli 2026.
Sampai pertengahan bulan ini, penyerapan beras diketahui telah mencapai sekitar 3,5 juta ton, semakin mendekati target nasional yang ditetapkan oleh pemerintah.
Capaian ini menunjukkan bahwa penyerapan berlangsung cukup baik di tengah musim panen yang masih terjadi di beberapa daerah.
Dengan pencapaian ini, Bulog berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan tugas pengadaan beras nasional sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: Zulhas Ungkap Cadangan Beras Pemerintah Masih Kuat Hadapi Kemarau
Data yang tercatat pada awal hingga pertengahan Juli menunjukkan bahwa serapan Bulog berada di rentang antara 3,26 juta ton sampai 3,4 juta ton, tergantung pada waktu pelaporannya, sementara target untuk tahun ini ditetapkan mencapai 4 juta ton.
Ini berarti bahwa penyerapan sebanyak 3,5 juta ton menunjukkan bahwa Bulog sudah hampir mencapai sasaran yang ditetapkan untuk tahun ini.
Capaian ini juga menunjukkan bahwa pengadaan terus didorong dari hasil panen para petani di berbagai daerah.
Bulog menjelaskan bahwa serapan dilakukan menyesuaikan dengan ketersediaan gabah dan beras di dalam negeri, sehingga penyaluran ke cadangan pemerintah tetap terjaga.
Baca Juga: Mensesneg Sebut Anggaran MBG Berpeluang Turun Setelah Validasi Data
Selain itu, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola oleh Bulog juga dilaporkan melebihi 5 juta ton pada awal Juli 2026.
Jika penyerapan terus meningkat dan mendekati target 4 juta ton, posisi Bulog akan semakin kuat dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas beras nasional.
Fokus utama saat ini adalah memastikan pengadaan berjalan lancar hingga keseluruhan target tahunan dapat terpenuhi. Adanya capaian 3,5 juta ton, Bulog perlu menyelesaikan sisa penyerapan untuk mencapai target nasional tahun 2026. (*)
Editor : Anita Fitriani