RADAR KUDUS — Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terkemuka asal Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kembali mengukir tatanan sejarah baru dalam kiprah dakwah internasionalnya.
Muhammadiyah secara resmi mengakuisisi sebuah kompleks bangunan yang di dalamnya mencakup bangunan gereja yang sudah tidak lagi aktif digunakan untuk peribadatan di kawasan Alcalá de Henares, Madrid, Spanyol.
Langkah taktis ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang persyarikatan dalam memperluas jangkauan layanan kemanusiaan, pendidikan, dan syiar Islam moderat di Benua Biru.
Kompleks tersebut rencananya akan difungsikan kembali sebagai pusat peradaban dan kegiatan keislaman terpadu yang mencakup masjid, pusat pendidikan, serta ruang aktivitas sosial masyarakat.
Nilai Historis Alcalá de Henares dan Jejak Al-Andalus
Lokasi akuisisi yang berada di Alcalá de Henares, Madrid, memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi sejarah peradaban dunia.
Kota ini dulunya merupakan bagian penting dari wilayah Al-Andalus di bawah naungan kekhalifahan Islam sejak abad ke-8, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Kastilia pada tahun 1118.
Komitmen Pembinaan Umat dan Hubungan Antarbudaya di Eropa
Akuisisi aset keagamaan di Spanyol ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat internasionalisasi gerakan Islam Berkemajuan.
Selain menyediakan ruang ibadah yang layak bagi komunitas Muslim lokal dan para imigran di Madrid, pusat kegiatan ini dirancang sebagai wadah dialog lintas agama dan budaya.
Muhammadiyah berharap kehadiran pusat Islam terpadu ini dapat menjadi jembatan diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan Eropa, serta menampilkan wajah Islam yang inklusif, damai, dan kontributif di tengah dinamika masyarakat Spanyol yang heterogen. (*)