Perluas Dakwah Global di Eropa: Muhammadiyah Resmi Beli Kompleks Gereja Tak Terpakai di Spanyol

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:34 WIB
Muhammadiyah Resmi Beli Kompleks Gereja Tak Terpakai di Spanyol
Muhammadiyah Resmi Beli Kompleks Gereja Tak Terpakai di Spanyol

 

RADAR KUDUS — Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terkemuka asal Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kembali mengukir tatanan sejarah baru dalam kiprah dakwah internasionalnya.

Muhammadiyah secara resmi mengakuisisi sebuah kompleks bangunan yang di dalamnya mencakup bangunan gereja yang sudah tidak lagi aktif digunakan untuk peribadatan di kawasan Alcalá de Henares, Madrid, Spanyol.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang persyarikatan dalam memperluas jangkauan layanan kemanusiaan, pendidikan, dan syiar Islam moderat di Benua Biru.

Baca Juga: Disahkan Pemerintah: UU PFII Dinilai Jadi Agenda Strategis Perkuat Ekonomi Nasional dan Tarik Modal Global

Kompleks tersebut rencananya akan difungsikan kembali sebagai pusat peradaban dan kegiatan keislaman terpadu yang mencakup masjid, pusat pendidikan, serta ruang aktivitas sosial masyarakat.

Nilai Historis Alcalá de Henares dan Jejak Al-Andalus

Lokasi akuisisi yang berada di Alcalá de Henares, Madrid, memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi sejarah peradaban dunia.

Kota ini dulunya merupakan bagian penting dari wilayah Al-Andalus di bawah naungan kekhalifahan Islam sejak abad ke-8, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Kastilia pada tahun 1118.

1.Era Peradaban Islam Al-Andalus:Abad ke-8 hingga awal abad ke-12.

Alcalá de Henares menjadi salah satu benteng kebudayaan dan sains Islam di Semenanjung Iberia di bawah pemerintahan Muslim.

2.Peralihan Kekuasaan ke Kerajaan Kastilia:Tahun 1118 Masehi.

Wilayah tersebut direbut oleh pasukan Kerajaan Kastilia, yang menandai awal alih fungsi berbagai bangunan strategis dan tempat ibadah di kawasan tersebut.

3.Penjelasan Historis Bangunan:Klarifikasi ilmiah persyarikatan.

Pihak Muhammadiyah meluruskan bahwa meskipun kawasan ini sarat sejarah Islam, belum ada bukti sejarah primer yang mengonfirmasi bahwa struktur gereja yang dibeli tersebut dulunya merupakan bangunan bekas masjid.

Komitmen Pembinaan Umat dan Hubungan Antarbudaya di Eropa

Baca Juga: Kerugian Negara Rp10,2 Miliar: Eks Dirut KBS Choirul Anwar Ditahan Atas Dugaan Korupsi Dana Pakan dan Perawatan Satwa

Akuisisi aset keagamaan di Spanyol ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat internasionalisasi gerakan Islam Berkemajuan.

Selain menyediakan ruang ibadah yang layak bagi komunitas Muslim lokal dan para imigran di Madrid, pusat kegiatan ini dirancang sebagai wadah dialog lintas agama dan budaya.

Muhammadiyah berharap kehadiran pusat Islam terpadu ini dapat menjadi jembatan diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan Eropa, serta menampilkan wajah Islam yang inklusif, damai, dan kontributif di tengah dinamika masyarakat Spanyol yang heterogen. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
Muhammadiyah beli gereja di Spanyol Pusat kegiatan Islam Alcala de Henares Muhammadiyah dakwah internasional Eropa Sejarah peradaban Islam Al Andalus Masjid Muhammadiyah Madrid Spanyol