Warga Jabar Bisa Dapat Rp50 Juta, Syaratnya Berhasil Lumpuhkan Begal dan Serahkan ke Polisi

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:09 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana hapus PKB, diganti dengan ERP. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana hapus PKB, diganti dengan ERP. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

RADAR KUDUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan program sayembara bagi masyarakat yang berhasil melumpuhkan pelaku tindak kriminal.

Seperti begal, pencopet, penjambret, hingga perampok, kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam kondisi hidup.

Hadiah yang disediakan mencapai Rp5 juta hingga Rp50 juta, tergantung tingkat keberhasilan dalam membantu penanganan pelaku kejahatan.

Pengumuman tersebut disampaikan Dedi melalui sebuah video yang diunggah di media sosial pada Kamis (23/7).

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya aksi kriminalitas, khususnya kasus begal yang belakangan meresahkan warga di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Menurutnya, pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan di Jawa Barat.

Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa sayembara tersebut ditujukan kepada siapa saja yang mampu menghentikan aksi pelaku kejahatan.

Seperti maling, copet, jambret, begal, maupun perampok, kemudian menyerahkan mereka kepada aparat penegak hukum dalam keadaan hidup. 

Ia menyebut hadiah yang disiapkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Selain menggandeng Polda Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana memperluas koordinasi dengan Polda Metro Jaya guna memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai tindak kriminal yang berpotensi terjadi di wilayah perbatasan maupun kawasan strategis lainnya.

Dedi juga meminta jajaran kepolisian meningkatkan patroli malam hari dengan mengaktifkan lampu rotator pada kendaraan patroli agar kehadiran aparat lebih terlihat oleh masyarakat sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap pelaku kejahatan.

Tidak hanya itu, personel Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta bersiaga di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan permukiman.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Dedi berharap seluruh elemen masyarakat tetap waspada dan tidak ragu bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menghadapi aksi kriminal.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan warga merupakan kunci utama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Barat tetap kondusif.

Editor : Ali Mustofa
program sayembara pelaku tindak kriminal Dedi Mulyadi gubernur jabar