RADAR KUDUS – Kalender Jawa masih menjadi pedoman penting bagi banyak masyarakat, khususnya di Pulau Jawa, dalam menentukan berbagai aktivitas penting.
Mulai dari memilih hari pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, hingga menggelar acara adat, perhitungan weton dan neptu tetap menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan.
Memasuki Agustus 2026, masyarakat kembali mencari informasi mengenai kalender Jawa lengkap beserta weton, neptu, pasaran, dan konversi tanggal Hijriah. Selain memudahkan penanggalan tradisional, kalender ini juga menjadi acuan untuk menyesuaikan agenda dengan kalender nasional maupun kalender Islam.
Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil penyempurnaan yang dilakukan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17. Sistem tersebut menggabungkan unsur kalender Saka dengan kalender Hijriah sehingga menghasilkan sistem penanggalan yang masih digunakan hingga sekarang.
Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Jawa memiliki dua siklus hari yang berjalan bersamaan. Pertama adalah siklus tujuh hari, yaitu Senin hingga Minggu, dan kedua adalah siklus lima pasaran yang terdiri atas Legi, Pahing, Pon, Wage, serta Kliwon. Kombinasi keduanya membentuk weton yang masing-masing memiliki nilai neptu tertentu.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, neptu merupakan hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran. Nilai tersebut sering digunakan dalam berbagai perhitungan adat, termasuk menentukan kecocokan pasangan, memilih waktu memulai usaha, hingga menetapkan hari pelaksanaan hajatan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, berikut kalender Jawa Agustus 2026 lengkap.
1 Agustus 2026
-
Sabtu Kliwon
-
Neptu: 17
-
16 Sapar 1960 Ba'
-
17 Safar 1448 H
2 Agustus 2026
-
Minggu Legi
-
Neptu: 10
-
17 Sapar
-
18 Safar 1448 H
3 Agustus 2026
-
Senin Pahing
-
Neptu: 13
-
18 Sapar
-
19 Safar 1448 H
4 Agustus 2026
-
Selasa Pon
-
Neptu: 10
-
19 Sapar
-
20 Safar 1448 H
5 Agustus 2026
-
Rabu Wage
-
Neptu: 11
-
20 Sapar
-
21 Safar 1448 H
6 Agustus 2026
-
Kamis Kliwon
-
Neptu: 16
-
21 Sapar
-
22 Safar 1448 H
7 Agustus 2026
-
Jumat Legi
-
Neptu: 11
-
22 Sapar
-
23 Safar 1448 H
8 Agustus 2026
-
Sabtu Pahing
-
Neptu: 18
-
23 Sapar
-
24 Safar 1448 H
9 Agustus 2026
-
Minggu Pon
-
Neptu: 12
-
24 Sapar
-
25 Safar 1448 H
10 Agustus 2026
-
Senin Wage
-
Neptu: 8
-
25 Sapar
-
26 Safar 1448 H
11 Agustus 2026
-
Selasa Kliwon
-
Neptu: 11
-
26 Sapar
-
27 Safar 1448 H
12 Agustus 2026
-
Rabu Legi
-
Neptu: 12
-
27 Sapar
-
28 Safar 1448 H
13 Agustus 2026
-
Kamis Pahing
-
Neptu: 17
-
28 Sapar
-
29 Safar 1448 H
14 Agustus 2026
-
Jumat Pon
-
Neptu: 13
-
29 Sapar
-
1 Rabiul Awal 1448 H
15 Agustus 2026
-
Sabtu Wage
-
Neptu: 13
-
1 Mulud
-
2 Rabiul Awal 1448 H
16 Agustus 2026
-
Minggu Kliwon
-
Neptu: 13
-
2 Mulud
-
3 Rabiul Awal 1448 H
17 Agustus 2026
-
Senin Legi
-
Neptu: 9
-
3 Mulud
-
4 Rabiul Awal 1448 H
18 Agustus 2026
-
Selasa Pahing
-
Neptu: 12
-
4 Mulud
-
5 Rabiul Awal 1448 H
19 Agustus 2026
-
Rabu Pon
-
Neptu: 14
-
5 Mulud
-
6 Rabiul Awal 1448 H
20 Agustus 2026
-
Kamis Wage
-
Neptu: 12
-
6 Mulud
-
7 Rabiul Awal 1448 H
21 Agustus 2026
-
Jumat Kliwon
-
Neptu: 14
-
7 Mulud
-
8 Rabiul Awal 1448 H
22 Agustus 2026
-
Sabtu Legi
-
Neptu: 14
-
8 Mulud
-
9 Rabiul Awal 1448 H
23 Agustus 2026
-
Minggu Pahing
-
Neptu: 14
-
9 Mulud
-
10 Rabiul Awal 1448 H
24 Agustus 2026
-
Senin Pon
-
Neptu: 11
-
10 Mulud
-
11 Rabiul Awal 1448 H
25 Agustus 2026
-
Selasa Wage
-
Neptu: 7
-
11 Mulud
-
12 Rabiul Awal 1448 H
26 Agustus 2026
-
Rabu Kliwon
-
Neptu: 15
-
12 Mulud
-
13 Rabiul Awal 1448 H
27 Agustus 2026
-
Kamis Legi
-
Neptu: 13
-
13 Mulud
-
14 Rabiul Awal 1448 H
28 Agustus 2026
-
Jumat Pahing
-
Neptu: 15
-
14 Mulud
-
15 Rabiul Awal 1448 H
29 Agustus 2026
-
Sabtu Pon
-
Neptu: 16
-
15 Mulud
-
16 Rabiul Awal 1448 H
30 Agustus 2026
-
Minggu Wage
-
Neptu: 9
-
16 Mulud
-
17 Rabiul Awal 1448 H
31 Agustus 2026
-
Senin Kliwon
-
Neptu: 12
-
17 Mulud
-
18 Rabiul Awal 1448 H
Selain menjadi bagian dari budaya Jawa, kalender ini juga membantu masyarakat dalam mencocokkan agenda dengan kalender Hijriah, terutama menjelang berbagai peringatan keagamaan.
Meski perhitungan weton dan neptu merupakan bagian dari tradisi budaya, penggunaannya tetap bersifat kultural dan tidak menggantikan pertimbangan rasional maupun ketentuan agama dalam mengambil keputusan.
Editor : Mahendra Aditya