Viral Flexing Anak di Medsos, Nevirizal Lepas Jabatan Asisten I Setdakab Gayo Lues

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:43 WIB
Usai Anak Pamer Liburan ke Korea dan Eropa, Pejabat Gayo Lues Resmi Ajukan Pengunduran Diri.
Usai Anak Pamer Liburan ke Korea dan Eropa, Pejabat Gayo Lues Resmi Ajukan Pengunduran Diri. (Tangkapan layar instagram)

RADAR KUDUS – Polemik unggahan media sosial yang menampilkan gaya hidup mewah anak seorang pejabat di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berujung pada keputusan besar.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya setelah video yang memperlihatkan aktivitas liburan keluarga ke Korea Selatan dan sejumlah negara di Eropa menjadi viral di media sosial.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat. Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal menegaskan bahwa polemik yang berkembang telah memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah daerah tempat dirinya mengabdi.

Baca Juga: Viral Anak Pejabat Gayo Lues Pamer Liburan ke Eropa, Sang Ayah Minta Maaf dan Beri Klarifikasi

Ia menyatakan bahwa meskipun persoalan tersebut berawal dari tindakan anggota keluarganya di ranah pribadi, sebagai pejabat publik dirinya memiliki tanggung jawab etis untuk menjaga integritas, kredibilitas, serta nama baik pemerintahan.

"Demi menjaga nama baik institusi dan memberikan ruang bagi proses evaluasi serta perbaikan, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban," demikian isi pernyataan yang disampaikan Nevirizal.

Surat pengunduran diri tersebut diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, karena Bupati Gayo Lues saat itu sedang menjalankan tugas di luar daerah. Pengunduran diri berlaku efektif sejak Kamis, 23 Juli 2026.

Kasus ini bermula ketika sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan anak Nevirizal membagikan dokumentasi perjalanan wisata ke Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa. Unggahan lain juga menampilkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan sejumlah jeriken yang kemudian memicu beragam spekulasi di ruang publik.

Konten tersebut dengan cepat menyebar luas dan memancing kritik dari masyarakat. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap gaya hidup keluarga pejabat negara maupun daerah, unggahan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat.

Sebelumnya, Nevirizal telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengaku lalai mengawasi aktivitas anaknya di media sosial dan menyesalkan kegaduhan yang ditimbulkan.

Menurut penjelasannya, perjalanan ke Korea Selatan terjadi pada pertengahan 2025. Saat itu istrinya mendampingi salah satu anggota keluarga menjalani pengobatan mata. Ia menegaskan dirinya tidak ikut dalam perjalanan tersebut maupun dalam liburan ke Eropa yang juga menjadi sorotan publik.

Sementara mengenai unggahan pembelian BBM dalam jumlah besar menggunakan jeriken, Nevirizal menjelaskan bahwa bahan bakar tersebut merupakan stok yang dibeli pada Desember 2025 ketika wilayah Gayo Lues mengalami kelangkaan BBM akibat kebutuhan penanganan bencana. Menurutnya, sekitar 15 jeriken BBM didistribusikan ke rumahnya untuk mendukung kegiatan tanggap darurat.

Meski telah memberikan klarifikasi, Nevirizal menilai polemik yang berkembang telah mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Karena itu, ia memilih mengambil langkah mundur daripada membiarkan isu tersebut terus membayangi institusi yang dipimpinnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan daerah, rekan kerja, aparatur sipil negara, dan seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya etika pejabat publik, termasuk perilaku anggota keluarga di ruang digital. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat terus mendorong penguatan integritas aparatur negara melalui penerapan nilai-nilai akuntabilitas, transparansi, dan kesederhanaan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga berulang kali mengingatkan para penyelenggara negara agar berhati-hati terhadap fenomena flexing atau pamer kemewahan di media sosial. Meski tidak selalu berkaitan dengan pelanggaran hukum, gaya hidup yang dipertontonkan secara berlebihan dinilai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

Fenomena tersebut bahkan telah menjadi perhatian nasional setelah sejumlah kasus pejabat dan keluarganya viral akibat unggahan media sosial yang memamerkan aset, kendaraan mewah, maupun perjalanan ke luar negeri.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti sementara Asisten I Setdakab setelah pengunduran diri Nevirizal diproses sesuai mekanisme administrasi kepegawaian.

Deskripsi (220 karakter):

5 Keyword Teratas Google:

Editor : Mahendra Aditya
Gayo Lues Nevirizal anak pejabat viral flexing pejabat pengunduran diri pejabat