Tawuran Maut di Karawang, Pelajar 18 Tahun Alami Putus Tangan Usai Disabet Celurit

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:36 WIB
Bentrok Remaja di Jalan Pantura Karawang Berujung Mengerikan, Polisi Buru Pelaku Pembacokan.
Bentrok Remaja di Jalan Pantura Karawang Berujung Mengerikan, Polisi Buru Pelaku Pembacokan.

RADAR KUDUS - Aksi tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban dengan luka serius. Seorang pelajar berinisial MR (18) mengalami cedera berat setelah pergelangan tangan kanannya putus akibat sabetan senjata tajam dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Raya Pantura, wilayah Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (20/7/2026) malam.

Peristiwa tersebut kembali menjadi sorotan karena menunjukkan masih tingginya angka kekerasan yang melibatkan remaja di sejumlah daerah. Selain menimbulkan korban luka berat, aksi tawuran juga mengancam keselamatan pengguna jalan mengingat lokasi kejadian berada di salah satu jalur nasional yang ramai dilintasi kendaraan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat bentrokan berlangsung, korban diduga terkena sabetan celurit pada bagian tangan kanan hingga menyebabkan pergelangan tangannya terputus.

Baca Juga: Viral Setelah 2 Tahun Terbengkalai, Gubernur Pramono Janji Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama 09

Rekan-rekan korban kemudian segera membawa MR ke Rumah Sakit Fikri untuk mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.

Sementara itu, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menemukan potongan pergelangan tangan korban di badan jalan. Bagian tubuh tersebut kemudian diamankan sebelum diserahkan kepada pihak rumah sakit guna mendukung proses penanganan medis yang diperlukan.

Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa aparat bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan tawuran tersebut.

Personel dari Polsek Klari, dibantu anggota Satuan Samapta dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

"Dugaan tawuran antarkelompok remaja terjadi di Jalan Raya Pantura Pancawati, Karawang, sekitar pukul 20.30 WIB," ujar Wildan.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban datang ke lokasi bersama sejumlah rekannya yang diduga telah membuat janji untuk melakukan tawuran dengan kelompok lain.

Dalam bentrokan tersebut, korban mengalami luka paling serius setelah terkena sabetan senjata tajam di bagian pergelangan tangan kanan.

Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku dari kelompok lawan yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga tengah mengumpulkan berbagai barang bukti di lokasi kejadian guna mengungkap secara lengkap kronologi peristiwa serta mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat.

"Kami masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang untuk mengungkap kasus ini," kata Wildan.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Karawang bersama Polsek Klari. Aparat memastikan proses hukum akan dilakukan terhadap setiap pelaku yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kasus tawuran remaja di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian mencatat bahwa sebagian besar tawuran dipicu oleh saling ejek di media sosial, kesepakatan melalui grup percakapan, hingga persaingan antarkelompok yang kemudian berujung bentrokan menggunakan senjata tajam.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga masyarakat umum yang melintas di lokasi kejadian. Jalur Pantura sendiri merupakan salah satu ruas jalan utama yang setiap hari dipadati kendaraan pribadi maupun angkutan barang.

Kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari. Peran keluarga dinilai sangat penting untuk mencegah remaja terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat berujung pada korban jiwa maupun proses hukum.

Selain itu, pihak sekolah dan lingkungan sekitar juga diharapkan aktif melakukan pembinaan serta edukasi mengenai bahaya tawuran, penyalahgunaan media sosial, dan kepemilikan senjata tajam di kalangan pelajar.

Polres Karawang menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan jalanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi juga mengajak masyarakat segera melapor apabila mengetahui adanya rencana tawuran atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu tindak kriminal, sehingga kejadian serupa dapat dicegah sebelum menimbulkan korban yang lebih besar.

Editor : Mahendra Aditya
tawuran Karawang pelajar putus tangan Jalan Pantura Karawang tawuran pelajar polres karawang