RADAR KUDUS - Bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang roboh sejak akhir 2024 akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Peristiwa yang telah berlangsung hampir dua tahun itu kembali menjadi sorotan publik setelah video kondisi sekolah yang rusak berat viral di media sosial.
Menanggapi ramainya perhatian masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah rekaman video kerusakan bangunan beredar luas di berbagai platform digital.
Ia memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk membangun kembali sekolah yang selama ini belum dapat digunakan.
"Untuk SD negeri di Kebayoran Lama itu tentu akan segera kami tangani. Terus terang saya baru mengetahui persoalan tersebut setelah videonya menjadi viral," kata Pramono usai menghadiri kegiatan peresmian program bedah rumah di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Menurut Pramono, luasnya wilayah DKI Jakarta membuat pemerintah tidak selalu dapat memantau seluruh persoalan secara langsung dalam waktu bersamaan. Karena itu, laporan masyarakat, termasuk yang ramai diperbincangkan di media sosial, sering menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan publik.
"Jakarta memiliki wilayah yang sangat luas. Ketika ada persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, tentu kami memberikan atensi agar bisa segera diselesaikan," ujarnya.
Gubernur menegaskan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar para siswa dapat kembali belajar di sekolah yang layak.
"Sekolah tersebut akan segera kami selesaikan pembangunannya," tegas Pramono.
Kondisi sekolah ini mencuri perhatian publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan ruang kelas dalam keadaan rusak parah. Struktur rangka baja tampak ambruk, sementara atap, plafon, dan puing bangunan berserakan di dalam ruang belajar sehingga tidak memungkinkan lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan sekolah mengalami keruntuhan sejak November 2024. Namun hingga pertengahan 2026, proses pembangunan kembali belum juga terealisasi.
Akibat kerusakan tersebut, seluruh aktivitas belajar siswa harus dipindahkan ke sekolah lain di sekitar lokasi. Karena keterbatasan ruang kelas, proses pembelajaran dilakukan dengan sistem bergantian hingga tiga shift, sehingga sebagian siswa harus belajar pada siang bahkan sore hari.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah orang tua murid karena dinilai memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar anak-anak. Selain waktu belajar yang lebih singkat, pembagian jadwal juga membuat aktivitas siswa menjadi kurang optimal dibandingkan pembelajaran normal.
Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan sekolah disebabkan adanya refocusing atau penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, saat proses penyesuaian anggaran berlangsung, sejumlah program pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan sekolah, harus mengalami penundaan.
"Memang sebelumnya ada penyesuaian anggaran sehingga beberapa program pembangunan belum dapat dijalankan. Namun saya sudah meminta Dinas Pendidikan agar pembangunan sekolah ini segera diproses," ujar Ima.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, anggaran pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 kini telah masuk dalam tahap perencanaan.
Proses perencanaan dijadwalkan berlangsung pada periode 2026–2027, sementara pelaksanaan pembangunan fisik direncanakan dimulai pada tahun 2027.
Selain mendorong percepatan pembangunan sekolah tersebut, DPRD DKI Jakarta juga meminta Dinas Pendidikan melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh sekolah yang mengalami kerusakan di wilayah ibu kota.
Pendataan tersebut mencakup kondisi bangunan dengan kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat agar pemerintah memiliki peta prioritas pembangunan yang lebih akurat.
Menurut Ima, sekolah yang mengalami kerusakan berat harus menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik serta kualitas layanan pendidikan.
"Seluruh sekolah yang mengalami kerusakan berat harus diprioritaskan untuk segera dibangun kembali agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," katanya.
Selama pembangunan belum selesai, DPRD berharap Dinas Pendidikan terus memastikan hak para siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi melalui pemanfaatan sekolah-sekolah di sekitar lokasi.
Skema relokasi sementara dinilai menjadi solusi terbaik agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun fasilitas sekolah asal belum dapat digunakan.
Kasus SDN Kebayoran Lama Selatan 09 juga kembali mengingatkan pentingnya pemeliharaan serta evaluasi rutin terhadap bangunan sekolah milik pemerintah. Infrastruktur pendidikan yang aman menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus melindungi keselamatan guru maupun peserta didik.
Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses pembangunan kembali sekolah tersebut. Masyarakat berharap janji tersebut segera direalisasikan sehingga ratusan siswa yang selama hampir dua tahun menjalani proses belajar dengan sistem bergantian dapat kembali menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan aman.
Editor : Mahendra Aditya