RADAR KUDUS — Harga ayam dan telur mulai mengalami peningkatan sejak kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dan program MBG kembali aktif setelah liburan sekolah, yang mana penyerapan dari sekolah menyebabkan permintaan meningkat dan harga di kalangan peternak serta pasar tradisional pun ikut naik.
Peningkatan harga tercatat pada sejumlah minggu di tengah bulan Juli 2026, dengan variasi angka tergantung wilayah, data menunjukkan bahwa harga ayam broiler mengalami kenaikan sekitar 4-5 persen dalam waktu seminggu pada pertengahan bulan Juli, dan rata-rata harga ayam hidup di kalangan peternak tercatat meningkat ke kisaran lebih dari Rp21.000 hingga Rp22 000 per kilogram pada minggu kedua dan ketiga Juli 2026.
Para pelaku bisnis dan pedagang mengaitkan peningkatan permintaan ini dengan berakhirnya liburan sekolah, di mana kantin dan program MBG mulai kembali menyerap pasokan ayam dan telur, sehingga stok yang sempat mengendap selama liburan mulai berkurang dan menyebabkan harga meningkat.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Koperasi Desa Merah Putih Dapat Pinjaman dari Bank Rp 3 Miliar
Di pasar tradisional di beberapa kota, para pedagang melaporkan bahwa harga daging ayam potong telah naik ke kisaran Rp33.000 hingga Rp37.000 per kilogram setelah sebelumnya mengalami penurunan selama liburan, peningkatan harga ini terjadi secara umum meskipun besaran kenaikannya bervariasi antar daerah.
Sementara itu, para peternak merasa khawatir karena meskipun harga ayam hidup menunjukkan kenaikan, namun biaya produksi dan kondisi pasar masih menjadi tantangan, beberapa laporan mencatat bahwa meski kenaikannya tergolong kecil, hal ini cukup dirasakan oleh pedagang dan konsumen setempat.
Pemerintah dan badan pangan terus memantau kondisi ini, lembaga terkait mencatat bahwa kenaikan harga ini merupakan respons yang wajar terhadap pulihnya penyerapan dari program makan di sekolah, serta mengimbau agar dilakukan pemantauan pasokan untuk mencegah fluktuasi yang berpotensi menjadi lonjakan merugikan bagi konsumen maupun produsen.
Baca Juga: Realisasi Serapan Bulog Capai 3,2 Juta Ton sampai Pertengahan Juli 2026
Peningkatan harga yang terjadi sejak pertengahan Juli 2026 terutama berkaitan dengan pemulihan penyerapan bahan pangan oleh program MBG setelah libur sekolah, yang mengakibatkan kenaikan permintaan dan harga di kalangan peternak serta pasar, pemantauan berkelanjutan dari pemerintah dianggap penting untuk menjaga agar kenaikan harga tetap terkontrol. (*)
Editor : Anita Fitriani